TIMETODAY.ID, JAKARTA — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) New Delhi bersama Konsulat Jenderal RI (KJRI) Mumbai mengimbau seluruh warga negara Indonesia (WNI) di India untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul peristiwa ledakan di kawasan Red Fort, New Delhi, pada Senin (10/11/2025).
“Meningkatkan kewaspadaan, tidak panik, menghindari kerumunan dan selalu mengikuti prosedur keselamatan yang ditetapkan oleh otoritas pemerintah India,” tulis KBRI New Delhi melalui akun Instagram resmi @indonesiainnewdelhi, Rabu (12/11/2025).
Imbauan tersebut disampaikan setelah ledakan dahsyat mengguncang Red Fort, situs bersejarah di jantung ibu kota India, yang menewaskan delapan orang dan melukai 19 lainnya.
Sejumlah kendaraan di sekitar lokasi turut terbakar, sementara kepulan asap tebal terlihat membubung tinggi.
KBRI juga meminta WNI agar menghindari perjalanan ke wilayah rawan, menjaga komunikasi melalui grup WhatsApp komunitas WNI dan PPI India, serta memantau perkembangan situasi dari kanal resmi KBRI New Delhi.
“WNI diimbau untuk mengikuti perkembangan situasi keamanan di India. Menghindari bepergian ke wilayah-wilayah yang rawan keamanan,” tulis KBRI.
Selain itu, WNI yang menghadapi keadaan darurat diminta segera menghubungi hotline KBRI New Delhi atau KJRI Mumbai. Bagi yang berdomisili di India, diimbau melakukan lapor diri melalui situs Peduli WNI, sementara pengunjung jangka pendek disarankan mengunduh aplikasi Safe Travel.
“Fitur tombol darurat pada aplikasi Safe Travel dapat digunakan pada keadaan darurat. KBRI New Delhi dan KJRI Mumbai dapat segera mengidentifikasi lokasi Anda untuk memberikan bantuan,” tulis KBRI.
Polisi India hingga kini masih menyelidiki penyebab ledakan. Juru bicara kepolisian Sanjay Tyagi mengatakan, korban tewas berjumlah delapan orang, sementara sejumlah korban luka masih dirawat di rumah sakit.
“Kami sedang menyelidiki penyebab ledakan,” ujar Tyagi singkat.
Insiden di Red Fort yang dahulu merupakan istana kekaisaran Mughal dan kini menjadi destinasi wisata utama New Delhi membuat otoritas setempat menutup seluruh area di sekitar lokasi hingga situasi benar-benar dinyatakan aman.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































