TIMETODAY.ID, JAKARTA — Setiap tanggal 11 November, dunia memperingati sesuatu yang unik: Hari Jomlo Sedunia atau World’s Singles Day. Kalau di Indonesia tanggal ini mungkin lewat begitu saja, di China justru dirayakan besar-besaran bahkan sudah jadi momen tahunan yang ditunggu-tunggu oleh jutaan orang.
- Awal Mula Hari Jomlo
Tanggal 11/11 dipilih karena angka “1” yang berdiri sendiri dianggap melambangkan sosok single yang kuat dan independen. Empat angka “1” berarti solidaritas empat orang lajang yang tegak berdampingan.
Asal-usulnya dimulai dari Universitas Nanjing, China, pada 1993. Saat itu, empat mahasiswa laki-laki di asrama Mingcaowuzhu sepakat merayakan kejomloan mereka setiap tanggal 11 November.
Perayaan kecil ini kemudian menyebar dari kampus ke kampus, lalu viral di media sosial. Awalnya dikenal sebagai Bachelor’s Day (hari para lajang pria), tapi lama-kelamaan perempuan juga ikut merayakan — hingga akhirnya dikenal luas sebagai World’s Singles Day.
- Dari China ke Dunia
Kini, perayaan ini tak cuma populer di China, tapi juga di berbagai negara seperti Korea Selatan, Jepang, Jerman, Inggris, Belgia, hingga Indonesia.
Cara merayakannya pun beragam — dari pesta bersama sesama jomlo, nongkrong bareng teman, sampai memberi hadiah untuk diri sendiri. Filosofinya sederhana: kebahagiaan gak harus datang dari punya pasangan.
- Makna di Balik Hari Jomlo
Jangan salah, Hari Jomlo bukan tentang kesepian. Justru sebaliknya, ini adalah hari untuk mencintai diri sendiri dan merayakan hidup.
“Makna dari Hari Jomlo Sedunia adalah menyebarkan kebahagiaan dan pentingnya self-love,”
Karena itu, banyak orang menggunakan momen 11/11 untuk me-time — entah dengan liburan, nonton film favorit, atau belanja barang impian.
- Dari Self-Love Jadi Hari Belanja Dunia
Semua berubah saat Alibaba, raksasa e-commerce China, melihat peluang bisnis besar dari tren ini. Pada 2009, mereka meluncurkan kampanye “11.11 Global Shopping Festival”, menjadikan Hari Jomlo sebagai Hari Belanja Online Nasional dengan diskon besar-besaran.
Hasilnya? Fenomena global. Kini, 11 November dikenal bukan hanya sebagai Hari Jomlo, tapi juga sebagai hari belanja terbesar di dunia, bahkan mengalahkan Black Friday dan Cyber Monday dalam total transaksi tahunan.
- “Jomlo” atau “Jomblo”? Ini Penjelasan KBBI
Tahukah kamu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), penulisan yang benar adalah “jomlo”, bukan “jomblo”.
Berikut maknanya:
- (n) gadis tua
- (n cak) pria atau wanita yang belum memiliki pasangan hidup
- (a ki) tidak memiliki pasangan (contoh: hingga sekarang petahana masih jomlo)
Ada juga bentuk turunan seperti menjomlo dan istilah populer seperti jomlo akut atau jomlo ngenes. Jadi, kalau mau sesuai kaidah bahasa, tulislah “jomlo”, ya!
Intinya:
Hari Jomlo Sedunia bukan sekadar tentang status, tapi tentang merayakan diri, kebebasan, dan kemandirian. Entah dengan belanja, bersantai, atau sekadar menikmati waktu sendiri — yang penting, kamu bahagia dengan dirimu sendiri.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































