TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor mulai menyiapkan langkah baru untuk menekan angka putus sekolah melalui perluasan program kejar paket yang akan digencarkan mulai 2026. Program ini menjadi salah satu strategi Bupati Bogor, Rudy Susmanto, untuk memastikan seluruh anak di Kabupaten Bogor tetap mendapatkan pendidikan formal hingga jenjang minimal setingkat SMA.
Di beberapa wilayah, masih ditemukan anak-anak yang berhenti sekolah setelah lulus SD atau SMP. Situasi itu menjadi perhatian serius Pemkab Bogor, mengingat pendidikan formal kini menjadi syarat dasar dalam dunia kerja.
“Dinas Pendidikan kita lagi kejar, mulai 2026 kejar paket akan kita perbanyak di beberapa wilayah Kabupaten Bogor. Ada beberapa wilayah di Kabupaten Bogor itu anak-anak baru lulus SD enggak lanjutin SMP, ada yang lulus SMP tapi enggak lanjutin SMA,” ujar Rudy, Sabtu (08/11/2025).
Rudy menggambarkan persoalan yang kerap muncul ketika mereka yang putus sekolah memasuki usia produktif. Banyak dari mereka kesulitan mendapatkan pekerjaan karena tidak memiliki ijazah SMA.
“Tapi pada saat nanti usia mereka sudah 25 tahun, 30 tahun, misal ada beberapa tambang yang sudah tidak bisa menambang kembali, mereka jangan kan mau punya daya saing untuk memberikan ide dan gagasan, tapi tiket pun mereka enggak punya,” jelasnya.
Menurut Rudy, ijazah menjadi “tiket” dasar untuk masuk ke dunia kerja, sekalipun hanya selembar kertas.
“Tiketnya apa? Contoh mereka sudah berkeluarga, misal dia kerja di pabrik, mau daftar pun sekarang sudah tidak bisa karena minimal lulusan SMA. Ijazah mereka enggak punya, makanya kita kejar semua anak-anak kita harus punya ijazah,” sambungnya.
Di sisi lain, Pemkab Bogor juga memperkuat kerja sama dengan berbagai pesantren. Rudy menilai banyak pesantren salafi yang menyediakan pendidikan gratis, sehingga penting untuk memastikan para santri tetap memperoleh pendidikan formal tanpa mengganggu kegiatan keagamaan mereka.
“Anak-anak muda kita ini harus punya bekal selain bekal ilmu. Walaupun hanya selembar kertas, itulah legitimasi dia menempuh pendidikan,” tutupnya.
Pemkab Bogor berharap perluasan program kejar paket tidak hanya menurunkan angka putus sekolah, tetapi juga membantu generasi muda memiliki masa depan yang lebih baik ketika memasuki usia produktif.***
Editor : Syafira
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































