
TIMETODAY.ID, JAKARTA – Polusi mikroplastik kini tak hanya menjadi ancaman bagi lingkungan, tetapi juga bagi kesehatan manusia. Riset yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan bahwa kadar mikroplastik di udara sejumlah kota besar di Indonesia termasuk Jakarta telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan.
“Semakin banyak penduduknya, semakin banyak aktivitasnya, semakin tinggi pula mikroplastik yang ditemukan, baik di udara maupun air,” ungkap Profesor Riset BRIN, Muhammad Reza Cordova, dikutip dari Kompas.com, Senin (27/10/2025).
Hasil riset tersebut menegaskan bahwa mikroplastik kini bukan hanya ditemukan di laut atau sungai, melainkan juga melayang di udara yang setiap hari dihirup manusia. Dan tanpa disadari, partikel-partikel plastik berukuran sangat kecil ini bisa menempel di kulit dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan.
Dapat Menjadi Alergen bagi Kulit Sensitif
Dokter spesialis kulit lulusan Universitas Hasanuddin, dr. Fransiskus Xaverius Clinton, Sp.DVE, menjelaskan bahwa mikroplastik dapat bertindak sebagai allergen zat yang memicu reaksi alergi terutama pada kulit yang sensitif.
“Mikroplastik secara keseluruhan itu alergen. Polusi, mikroplastik, semua itu bisa memperburuk kondisi kulit, terutama kalau kulit sedang tidak dalam kondisi baik,” kata Clinton, dilansir dari Antara, Kamis (30/10/2025).
Menurutnya, mikroplastik dapat memperparah kondisi eksim, jerawat, atau iritasi kulit, karena sifatnya yang mirip dengan polusi udara. “Kalau kulit sedang mengalami inflamasi, misalnya jerawat atau dermatitis, paparan mikroplastik bisa membuatnya makin parah,” tambahnya.
Selain faktor lingkungan, Clinton menekankan pentingnya memperhatikan pola makan dan gaya hidup, karena keduanya berpengaruh terhadap reaksi kulit terhadap polusi. “Minuman tinggi gula atau konsumsi susu berlebih bisa memicu peradangan di kulit. Maka, makan makanan yang kaya antioksidan dan anti-inflamasi, seperti seledri atau sayuran hijau, bisa membantu mengurangi efek mikroplastik,” jelasnya.
Mikroplastik Ganggu Mikrobioma Kulit
Dokter spesialis mikrobiologi klinik, dr. Ayman Alatas, Sp.MK, juga menyoroti bahaya mikroplastik terhadap mikrobioma kulit—kumpulan mikroorganisme baik yang berfungsi melindungi kulit dari infeksi dan menjaga keseimbangan alami.
“Memang risetnya masih berlanjut, tapi sudah ada dugaan kuat mikroplastik dapat mengganggu mikrobiom, baik di kulit maupun pencernaan,” ujar Ayman.
Ia menambahkan, karena mikroplastik sudah sulit dihindari dalam kehidupan sehari-hari, langkah yang paling realistis adalah meminimalkan dampaknya. Salah satunya dengan penggunaan skincare yang tepat.
“Kita harus berusaha menjaga keseimbangan mikrobiom kulit dengan produk perawatan yang memiliki teknologi mikrobiom atau yang dapat melakukan cleansing menyeluruh,” kata Ayman.
Perawatan Dasar Kulit Jadi Kunci
Sementara itu, dokter spesialis kulit lulusan Universitas Indonesia, dr. Sari Chairunnisa, Sp.DVE, FINSDV, menekankan pentingnya menjaga rutinitas perawatan kulit dasar di tengah berbagai paparan polusi, termasuk mikroplastik.
“Apapun cuacanya, tetap lakukan perawatan kulit dasar dengan benar. Mulai dari membersihkan wajah menggunakan sabun yang sesuai jenis kulit, menggunakan pelembab, hingga melindungi kulit dengan sunscreen dari paparan sinar UVA dan UVB,” ujar Sari.
Ia juga menegaskan, kebiasaan sederhana seperti mencuci wajah setelah beraktivitas di luar ruangan dapat membantu mengurangi risiko penumpukan partikel berbahaya di kulit.
Kesadaran Baru di Tengah Polusi Modern
Naiknya kadar mikroplastik di udara menjadi pengingat bahwa polusi tak lagi hanya terlihat dalam bentuk asap atau debu. Partikel plastik mikro yang tak kasat mata kini turut menjadi bagian dari udara yang dihirup setiap hari.
Di tengah tantangan ini, kesadaran menjaga kesehatan kulit dan lingkungan menjadi semakin penting. Mulai dari memilih produk ramah lingkungan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga menjaga pola hidup sehat semua langkah kecil ini berkontribusi dalam melindungi tubuh dari ancaman yang tak terlihat, namun nyata. (MG4)




































