TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di tengah riuh tepuk tangan penonton di Saarlandhalle, Jerman, Jonatan Christie kembali menunjukkan mental juaranya. Sempat goyah di gim pertama, tunggal putra andalan Indonesia itu berhasil membalikkan keadaan dan menaklukkan wakil Chinese Taipei, Chi Yu Jen, dengan skor 19-21, 21-11, 21-14 pada Kamis (30/10/2025).
Kemenangan ini memastikan langkah Jonatan ke babak 16 besar Hylo Open 2025.
Gim Pertama: Tersandung Angin dan Agresivitas Lawan
Awal laga tidak berjalan mulus bagi pemain berusia 28 tahun itu. Bermain di lapangan yang anginnya cukup berpengaruh, Jonatan kesulitan mengontrol arah shuttlecock. Sementara itu, Chi Yu Jen tampil agresif dengan serangan cepat dan pukulan tajam yang sulit dikembalikan.
“Pada gim pertama, Chi Yu Jen lebih inisiatif untuk menyerang dengan kondisi yang sedikit kalah angin. Dia lebih leluasa menerapkan pola permainan,” ujar Jonatan seusai pertandingan.
Perubahan Ritme, Perubahan Hasil
Namun, sebagaimana sering ia tunjukkan dalam banyak turnamen besar, Jonatan bukan tipe pemain yang mudah menyerah. Memasuki gim kedua, ia mulai menemukan ritme dan tampil lebih tenang. Fokus dan kontrolnya terhadap tempo permainan terlihat jelas.
“Pada gim kedua dan ketiga saya coba lebih menikmati dan strategi permainannya bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Hasilnya, Jonatan unggul jauh di dua gim terakhir dan menutup laga dengan kemenangan meyakinkan.
Menatap Jauh, Mengumpulkan Poin
Kemenangan ini bukan hanya tiket ke babak 16 besar, tapi juga menjadi modal kepercayaan diri setelah hasil kurang maksimal di French Open sebelumnya. Jonatan mengaku masih merasa punya banyak hal yang perlu dibuktikan di tur Eropa kali ini.
“Cukup disayangkan memang di French Open seharusnya bisa melangkah lebih jauh. Jadi sekarang saya benar-benar fokus untuk memberikan yang maksimal di sini. Saya ingin mendapat poin sebanyak-banyaknya,” tegasnya.
Momentum Akhir Musim
Hylo Open menjadi salah satu ajang penting bagi Jonatan untuk mengamankan posisi di peringkat dunia serta memantapkan langkah menuju turnamen elite penutup tahun. Di tengah persaingan tunggal putra yang kian ketat, konsistensi dan ketenangan Jonatan akan kembali diuji.
Namun malam itu di Saarbrücken, Indonesia kembali punya alasan untuk tersenyum — karena Jojo, sang petarung bermental baja, masih melangkah tegak.***
Editor : Syafira
Sumber : beritasatu.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































