
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Laga sengit dan penuh adrenalin mewarnai babak semifinal cabang Mixed Martial Art (MMA) di ajang Asian Youth Games 2025. Meski belum berhasil menembus partai final, empat atlet muda Indonesia tampil penuh semangat dan sukses mempersembahkan empat medali perunggu bagi Merah Putih, Sabtu (25/10/2025), di Exhibition World Bahrain.
Cabor MMA menjadi salah satu yang paling kompetitif dalam pesta olahraga remaja se-Asia ini. Sejak babak penyisihan, para petarung muda Indonesia menunjukkan keberanian dan teknik bertarung yang solid, menembus babak empat besar di berbagai nomor, baik putra maupun putri.
Medali pertama datang dari Bumi Magani Abraar Himara, yang turun di nomor modern MMA 55kg putra. Dalam pertarungan tiga ronde yang menegangkan, Bumi harus mengakui keunggulan wakil Tajikistan, Faiziddin Khalilov, namun tetap pulang dengan medali perunggu.
Tak lama berselang, Satria Eka Suryo Basroni menambah pundi medali Indonesia lewat nomor tradisional MMA 60kg putra. Gaya bertarung agresif Satria sempat membuat lawannya kewalahan, tapi petarung asal Iran, Amirmohammad Hatamianafshari, mampu membalikkan keadaan berkat teknik grappling yang lebih matang.
Dari sektor putri, Manayra Maritza Hersianti Siagian ikut menyumbang medali lewat nomor modern MMA 45kg. Penampilannya yang dominan di awal ronde sempat membuka harapan menuju final, namun lawannya dari Thailand, Nakanantaphon Khaihong, berhasil mengambil alih momentum dan memenangi duel sengit tersebut.
Medali keempat diraih oleh Gibran Alfarizi di nomor tradisional MMA 65kg putra. Berhadapan dengan petarung tuan rumah, Sultanakhmed Sultanakhmedov, Gibran tampil gigih dan tak gentar menghadapi tekanan publik Bahrain, meski akhirnya harus puas dengan hasil perunggu.
Dengan tambahan empat medali tersebut, kontingen Indonesia kini mengoleksi total 1 emas, 1 perak, dan 6 perunggu di klasemen sementara Asian Youth Games 2025.
Pencapaian ini bukan hanya angka di papan medali, tapi juga simbol dari kerja keras, mental baja, dan semangat pantang menyerah atlet muda Tanah Air.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menyebut capaian di Bahrain sebagai langkah penting dalam pembinaan atlet muda menuju ajang multievent yang lebih besar, seperti Asian Games dan Olimpiade.
“Performa konsisten atlet muda di cabang bela diri seperti MMA membuktikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar di level Asia. Mereka mungkin belum membawa pulang emas, tapi semangat dan perjuangan mereka adalah kemenangan tersendiri,” demikian pernyataan resmi KOI.
Empat medali perunggu dari arena oktagon di Bahrain menjadi bukti: semangat juang anak muda Indonesia tak pernah padam — bahkan di tengah panasnya pertarungan dan tekanan di kancah Asia.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































