Empat Kelurahan di Cibinong Jadi “Anak Tiri” Zonasi SMP Negeri

SMP Negeri
Camat Cibinong, Acep Sajidin. Foto: Amelia Azizah/timetoday.id

TIMETODAY.ID, BOGOR – Camat Cibinong Acep Sajidin mendesak realisasi pembangunan SMP Negeri 5 Cibinong. Desakan ini dilakukan karena empat kelurahan di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, hingga kini belum masuk dalam zonasi SMP Negeri mana pun.

Keempat kelurahan tersebut adalah Pabuaran, Pabuaran Mekar, Harapan Jaya, dan Pondok Rajeg.

“Kita harap ada pembangunan unit gedung baru SMP Negeri 5 Cibinong, karena empat kelurahan itu tidak bisa masuk zonasi baik itu SMP 1, 2, 3, maupun 4,” katanya, Senin (20/10/2025).

Advertisement

Acep menjelaskan, usulan pendirian SMPN 5 Cibinong sebenarnya telah disampaikan masyarakat sejak beberapa tahun lalu. Ia berharap rencana tersebut dapat segera terwujud mengingat kebutuhan sarana pendidikan di wilayah tersebut semakin mendesak.

Berdasarkan penjelasan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, rencana pembangunan akan dianggarkan pada 2026. Pasalnya, tahun 2025 sudah memasuki tahap akhir evaluasi anggaran.

Baca Juga :  Kandang Kambing Tepi Sungai Jadi Saksi Akhir Pencarian Bocah Hanyut

“Penjelasan dari Disdik juga akan dianggarkan di 2026, infonya kalau di tahun ini tidak keburu karena perubahan itu kan sekarang saja sudah Oktober masih evaluasi,” ujar Acep.

Ia menambahkan, proses pengadaan tanah memerlukan waktu karena harus melalui tahapan appraisal atau penaksiran harga oleh tim yang dibentuk Disdik atau instansi terkait.

Acep menyebutkan, ada dua opsi lokasi yang dibahas dalam rencana pembangunan sekolah tersebut. Pertama, membeli lahan baru di titik strategis yang dapat menjangkau seluruh wilayah yang belum masuk zonasi. Kedua, menggunakan tanah aset Pemerintah Daerah (Pemda) yang tersedia.

Namun, Acep menilai opsi menggunakan aset tanah milik Pemda yang berada di sekitar Stadion Pakansari tidak akan efektif menyelesaikan masalah zonasi.

Baca Juga :  CFD Perdana Cibinong Upaya Hidupkan Ruang Publik dan Ekonomi Lokal

“Kalau memang menggunakan aset pemda yang ada mungkin belum bisa menjawab permasalahan yang ada. Contoh di sekitar stadion ada tanah pemda, dibangun di situ kan tetap saja orang Pabuaran kejauhan, orang Pondok Rajeg kejauhan,” jelasnya.

Menurut Acep, lokasi paling ideal untuk pembangunan SMPN 5 Cibinong adalah di wilayah Pabuaran yang dianggap strategis dan mudah dijangkau warga dari keempat kelurahan tersebut.

“Di Pabuaran itu center, tengah-tengah Pabuaran Mekar, Pondok Rajeg, Harapan Jaya, dan sekitarnya. Jadi kalau ingin menjawab permasalahan di situ, ya dibangunnya di situ,” tegasnya.

Acep menambahkan, luas lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan sekolah tersebut sekitar 6.000 meter persegi. Luasan tersebut dinilai representatif karena SMP memerlukan lapangan serta sarana dan prasarana pendukung lainnya.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel