TIMETODAY.ID, TANGERANG— Indonesia kembali menarik perhatian dunia. Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan, Spanyol baru saja menunjukkan minatnya untuk berinvestasi di Tanah Air. Hal itu terungkap dalam pertemuan antara Mendag dan delegasi Spanyol di sela Trade Expo Indonesia ke-40, di ICE BSD, Jumat (17/10/2025).
“Barusan kami juga (bertemu) dengan delegasi Spanyol. Mereka justru sangat tertarik untuk investasi di Indonesia. Begitu tahu misalnya kesempatan ekspor ke beberapa negara itu besar ya di Indonesia karena ada beberapa CEPA,” kata dia di sela Trade Expo Indonesia ke 40, di ICE BSD, Tangerang, Jumat (17/10/2025),dikutip dari finance.detik.com.
Menurut Budi, minat Spanyol bukan tanpa alasan. Indonesia memiliki posisi strategis berkat kemudahan ekspor yang dimungkinkan melalui 24 perjanjian dagang, termasuk Preferential Trade Agreement (PTA), Free Trade Agreement (FTA), dan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan 30 negara. Kesepakatan ini membuat Indonesia menjadi hub potensial untuk menembus pasar global.
Budi menjelaskan, tujuan investasi Spanyol adalah menjual produknya ke Eropa. “Dia dari Spanyol justru ingin jualan ke Eropa. Dia ingin bikin pabriknya di Indonesia. Itu untuk hub dia ke EU dan juga ke Asia atau ke negara lain. Dia belum ngomong apanya (jenis pabriknya),” kata Budi.
Meski detail pabrik yang akan dibangun belum diungkap, Budi menilai sektor tekstil memiliki peluang besar. Pasar Eropa, menurutnya, masih banyak permintaan akan alas kaki dan pakaian jadi.
“Dia belum ngomong. Jadi karena dia itu prinsipnya tergantung pasarnya yang dibidik apa. Misalnya dia mau melihat bahwa potensi yang besar di EU itu, misalnya sepatu, alas kaki, atau pakaian jadi, jadi dia akan lari ke situ. Dia akan pelajari, dia akan bergerak di bidang apa, mana potensi yang paling besar,” jelasnya.
Untuk mempermudah proses investasi, Budi menegaskan pemerintah akan terus menyederhanakan perizinan. “Otomatis nanti kita berjalan dengan perizinan. Kan sekarang sudah mempermudah terus. Namanya perizinan kan pasti dievaluasi, evaluasi mana yang belum bagus kita sempurnakan,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, Indonesia diharapkan bisa menjadi pusat manufaktur regional sekaligus jembatan untuk menembus pasar Eropa dan Asia, memanfaatkan perjanjian dagang yang sudah ada dan potensi industri lokal yang menjanjikan.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































