
TIMETODAY.ID, LOMBOK — Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, tampaknya masih menjadi tempat yang “angker” bagi Marc Márquez Alentà.
Meski baru sepekan lalu dinobatkan sebagai juara dunia MotoGP 2025, pembalap asal Spanyol itu kembali harus menelan pil pahit — terjatuh dan gagal finis di sirkuit yang sama-sama dicintai dan ditakutinya itu.
Di bawah terik matahari Mandalika pada Minggu (5/10/2025), balapan yang seharusnya menjadi perayaan justru berakhir pahit bagi Márquez.
Drama terjadi bahkan sebelum satu putaran selesai. Marc Márquez dan Marco Bezzecchi bersenggolan di turn 7, membuat keduanya tersungkur dan tak bisa melanjutkan balapan.
Itu bukan pertama kalinya Márquez tersandung di Mandalika. Sejak sirkuit itu masuk kalender MotoGP, pembalap berjuluk The Baby Alien ini belum pernah finis di balapan utama, kecuali dalam sprint race musim 2024.
“Yahhh… Marquez,” seru Putri, salah satu penonton di kursi Premium Grandstand A, sambil menatap layar besar di tengah sirkuit.
“Ya Allah, sedihnya. Padahal mau nonton Marquez di podium,” lanjutnya.
Fans lain, Ririn asal Jakarta, juga mengungkapkan kekecewaannya.
“Kenapa tiap balapan di Mandalika, Marquez ini jatuh terus? Kecewa plus sedih banget. Besar harapan naik podium loh. Semoga nggak trauma deh buat Marquez,” ujarnya.
Bagi Aldi, penggemar lain, Mandalika seolah menyimpan kutukan bagi sang juara dunia tujuh kali itu.
“Kecewa, sudah empat kali Marc tidak bisa juara di Mandalika,” katanya singkat.
Balapan Sarat Drama, Rookie Spanyol Mencuri Sorotan
Meski Márquez harus tersingkir lebih awal, balapan MotoGP Mandalika 2025 tetap menyuguhkan drama dan sejarah baru. Start dimulai pukul 15.00 Wita, dan Pedro Acosta langsung melesat ke depan setelah lampu hijau menyala. Namun, persaingan sengit justru muncul di belakangnya.
Di lap kedelapan, Fermin Aldeguer tampil luar biasa. Pembalap muda dari Gresini Racing itu menyalip Acosta dan tak pernah lagi kehilangan posisi terdepan hingga garis finis.
Sementara itu, Francesco Bagnaia, rekan satu tim Márquez di Ducati Lenovo, juga harus menelan nasib sial. Ia terjatuh di tikungan terakhir pada lap kesembilan. Dengan begitu, dua pembalap Ducati gagal finis di Mandalika.
Keunggulan Aldeguer semakin lebar — hingga 6 detik di depan rivalnya. Di belakangnya, Acosta, Alex Márquez, dan Alex Rins terlibat duel panas memperebutkan posisi kedua. Setelah saling salip selama beberapa lap, Acosta akhirnya finis di urutan kedua, disusul Alex Márquez di posisi ketiga.
Kemenangan itu menjadi momen bersejarah. Fermin Aldeguer resmi mencetak sejarah sebagai pembalap termuda kedua dalam sejarah MotoGP yang berhasil menjuarai satu seri grand prix.
“Dominan sejak lap kedelapan,” tulis situs resmi MotoGP, menyoroti performa Aldeguer yang nyaris tanpa celah.
Mandalika, Sirkuit Penuh Cerita
Sejak debutnya di kalender MotoGP, Sirkuit Mandalika memang dikenal penuh kejutan. Setiap tahunnya, selalu muncul juara baru — mulai dari Miguel Oliveira, Jorge Martin, hingga Francesco Bagnaia. Kini, nama Fermin Aldeguer menambah daftar pembalap muda yang mencatat sejarah di lintasan kebanggaan Indonesia tersebut.
Sementara itu, bagi Marc Márquez, kutukan Mandalika tampaknya belum berakhir.
Start dari posisi ketiga — yang ironisnya menjadi hasil kualifikasi terburuknya musim ini — Márquez kembali harus menunggu kesempatan lain untuk menaklukkan lintasan yang sama-sama memesona dan menantang itu.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































