Pengamat Pendidikan Nilai Bantuan Smart TV di Kabupaten Bogor Belum Tepat Sasaran

Pengamat pendidikan
Seorang guru menggunakan smart TV atau Interactive Flat Panel (IFP) untuk proses pembelajaran di salah satu sekolah. Pengamat pendidikan menilai penyaluran smart TV perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing sekolah. Foto : Dok. infopriangan.com.

TIMETODAY.ID, BOGORPengamat pendidikan Heru B. Setyawan menilai program bantuan smart TV atau Interactive Flat Panel (IFP) dari pemerintah pusat seharusnya tidak disamaratakan untuk semua sekolah.

Menurutnya, pemerintah perlu menyesuaikan jenis bantuan berdasarkan kebutuhan dan kondisi masing-masing sekolah.

“Untuk jenis bantuan atau program dari pemerintah harusnya jangan disamaratakan. Seperti kasus MBG, harusnya yang dapat MBG adalah sekolah menengah ke bawah saja, atau bahkan MBG juga untuk kaum duafa,” ujar Heru, Sabtu (4/10/2025).

Advertisement
Baca Juga :  Jelang Pilkada 2024, KPU Kota Bogor Lantik 30 PPK

Heru menambahkan, kebijakan penyaluran program pendidikan seharusnya memperhatikan tingkat kesiapan sekolah. Ia menilai smart TV lebih tepat diberikan kepada sekolah yang sudah memiliki sarana pendukung memadai.

“Sama seperti program smart TV, harusnya yang dapat adalah sekolah yang sudah maju. Sementara untuk sekolah yang belum maju program bisa berupa infrastruktur atau lab IPA atau lab komputer,” ungkapnya.

Kendati demikian, Heru menilai penyaluran smart TV di Kabupaten Bogor saat ini belum sepenuhnya tepat sasaran.

Baca Juga :  KIP KULIAH ITU  UNTUK ORANG MISKIN BUKAN UNTUK ORANG KAYA

“Ya masih banyak sekolah yang kondisinya memprihatinkan,” katanya.

Heru mengegaskan agar distribusi fasilitas pendidikan dilakukan lebih proporsional sesuai kebutuhan riil sekolah, bukan sekadar proyek pemerintah.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor mengungkapkan penyaluran smart TV atau IFP sudah mulai dilakukan di sejumlah sekolah. Program tersebut merupakan bagian dari rencana Presiden Prabowo yang menargetkan distribusi 330.000 unit IFP ke seluruh Indonesia.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel