
TIMETODAY.ID, BOGOR – Pengamat pendidikan Heru B. Setyawan menilai program bantuan smart TV atau Interactive Flat Panel (IFP) dari pemerintah pusat seharusnya tidak disamaratakan untuk semua sekolah.
Menurutnya, pemerintah perlu menyesuaikan jenis bantuan berdasarkan kebutuhan dan kondisi masing-masing sekolah.
“Untuk jenis bantuan atau program dari pemerintah harusnya jangan disamaratakan. Seperti kasus MBG, harusnya yang dapat MBG adalah sekolah menengah ke bawah saja, atau bahkan MBG juga untuk kaum duafa,” ujar Heru, Sabtu (4/10/2025).
Heru menambahkan, kebijakan penyaluran program pendidikan seharusnya memperhatikan tingkat kesiapan sekolah. Ia menilai smart TV lebih tepat diberikan kepada sekolah yang sudah memiliki sarana pendukung memadai.
“Sama seperti program smart TV, harusnya yang dapat adalah sekolah yang sudah maju. Sementara untuk sekolah yang belum maju program bisa berupa infrastruktur atau lab IPA atau lab komputer,” ungkapnya.
Kendati demikian, Heru menilai penyaluran smart TV di Kabupaten Bogor saat ini belum sepenuhnya tepat sasaran.
“Ya masih banyak sekolah yang kondisinya memprihatinkan,” katanya.
Heru mengegaskan agar distribusi fasilitas pendidikan dilakukan lebih proporsional sesuai kebutuhan riil sekolah, bukan sekadar proyek pemerintah.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor mengungkapkan penyaluran smart TV atau IFP sudah mulai dilakukan di sejumlah sekolah. Program tersebut merupakan bagian dari rencana Presiden Prabowo yang menargetkan distribusi 330.000 unit IFP ke seluruh Indonesia.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































