Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Tergelincir di Awal Oktober

dolar
ilustrasi dolar dan rupiah (foto: istock)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali bergerak melemah pada perdagangan Kamis (2/10/2025). Di awal pembukaan, mata uang Paman Sam itu berada di kisaran Rp 16.600-an, memberi sedikit ruang bernapas bagi rupiah.

Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS turun 24 poin atau sekitar 0,14% ke level Rp 16.610. Sehari sebelumnya, Rabu (1/10), dolar AS ditutup di level Rp 16.635.

Pada perdagangan pagi ini, pergerakan dolar AS diprediksi berada di kisaran Rp 16.603 hingga Rp 16.617. Bahkan pada pukul 09.19 WIB, dolar sempat menyentuh Rp 16.599.

Advertisement
Baca Juga :  BRI Bogor Pajajaran Serahkan Hadiah Simpedes kepada Nasabah

Meski rupiah menguat tipis terhadap dolar, situasinya berbeda jika dibandingkan dengan mata uang lain. Dolar AS tercatat masih “menghijau” melawan sejumlah mata uang besar.

Misalnya, menguat 0,06% terhadap euro (EUR), naik 0,04% terhadap poundsterling (GBP), serta naik 0,06% terhadap dolar Australia (AUD).

Namun, di sisi lain, dolar justru melemah tipis 0,04% terhadap yen Jepang (JPY) dan terkoreksi 0,10% terhadap franc Swiss (CHF). Adapun terhadap dolar Kanada (CAD), mata uang AS ini menguat 0,02%.

Baca Juga :  BRI Bogor Pajajaran Gelar Jumat Berkah, Salurkan Makanan untuk Warga dan Panti Asuhan

Pergerakan ini menggambarkan dinamika pasar yang masih sensitif terhadap sentimen global, mulai dari kebijakan suku bunga bank sentral hingga ketidakpastian ekonomi dunia.

Bagi rupiah, pelemahan tipis dolar AS di kisaran Rp 16.600-an menjadi sinyal bahwa intervensi dan sentimen positif domestik masih mampu menjaga stabilitas sementara.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel