Menteri Iftitah Tawarkan Wisata Kesehatan Premium di Kawasan Transmigrasi

Transmigrasi
Menteri Iftitah Tawarkan Wisata Kesehatan Premium di Kawasan Transmigrasi. (Foto: Dok. Kementrans)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Dalam suasana penuh optimisme di Pavilion Indonesia, Osaka Expo 2025, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengajak investor Jepang melihat wajah baru kawasan transmigrasi Indonesia: bukan hanya sebagai pusat permukiman dan pertanian, tetapi juga sebagai destinasi wisata kesehatan kelas dunia.

Inspirasi itu, kata Iftitah, datang dari Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, Amerika Serikat. Kota kecil dengan populasi sekitar 150 ribu jiwa itu mampu menjadi magnet global karena rumah sakit spesialis yang dimilikinya.

“Karena keahliannya sangat spesifik, keberadaan Rumah Sakit Mayo Clinic mampu menarik lebih dari 120 ribu tenaga profesional, padahal total penduduk kota itu hanya 150 ribu orang,” ujarnya, Kamis (2/10/2025).

Advertisement

Iftitah percaya model serupa bisa diwujudkan di pulau-pulau eksotis Indonesia. Ia membayangkan sebuah ekosistem layanan kesehatan premium yang terintegrasi dengan keindahan alam tropis.

Baca Juga :  Prabowo Paparkan Strategi RI di Board of Peace Gaza, Eks Menlu Soroti Risiko dan Peluang

“Bayangkan satu pulau indah yang tenang dan alami, menjadi tempat pasien dari berbagai negara datang untuk menjalani pengobatan sekaligus beristirahat. Ini akan menciptakan ekosistem layanan kesehatan kelas dunia,” ungkapnya.

Selain sektor medis, Menteri Iftitah juga menggarisbawahi potensi pariwisata mewah di kawasan transmigrasi. Resort, villa eksklusif, dan ekowisata berbasis budaya lokal disebut bisa menjadi daya tarik tambahan.

Lombok, Nihi Sumba, hingga Kepulauan Anambas masuk dalam radar besar investasi ini. Ia mencontohkan Pulau Bawah di Anambas, resort dengan tarif mencapai Rp200 juta per malam dan sudah penuh dipesan hingga akhir tahun.

Pemerintah, lanjutnya, telah menjalin kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan untuk menjamin layanan dasar di wilayah transmigrasi. Namun, untuk level internasional dan premium, pintu investasi asing dibuka selebar-lebarnya.

Baca Juga :  Skywalk Rp90 Miliar Bernuansa Sunda Bakal Jadi Ikon Baru Kabupaten Bogor

Tantangannya bukan sekadar membangun infrastruktur, melainkan menyiapkan masyarakat lokal agar menjadi bagian dari roda ekonomi baru.

“Kami tidak hanya membuka peluang investasi, tapi juga memastikan masyarakat lokal menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi itu sendiri. Kami siapkan pelatihan bagi transmigran agar memenuhi standar industri pariwisata Jepang maupun global,” tegasnya.

Dengan narasi ini, forum “From Mobility to Prosperity” di Osaka Expo 2025 tak sekadar menjadi panggung diplomasi ekonomi, tetapi juga ajakan untuk melihat transmigrasi sebagai laboratorium masa depan: tempat di mana pembangunan, kesehatan, dan pariwisata berpadu untuk menciptakan nilai tambah bagi Indonesia di mata dunia.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel