Pangkalan Udara Bagram Jadi Rebutan, Afghanistan Tegaskan Kedaulatan

Afghanistan
Pangkalan Udara Bagram.(Foto: AP/Rahmat Gul)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Empat tahun sudah pasukan Amerika Serikat meninggalkan Afghanistan. Pangkalan Udara Bagram salah satu fasilitas militer terbesar yang dulu menjadi pusat operasi AS kini berada sepenuhnya di tangan pemerintah Taliban. Namun, pernyataan terbaru dari Donald Trump kembali menghidupkan bayang-bayang kehadiran Amerika di sana.

Dilansir AP News, Senin (22/9/2025), Trump pada Sabtu lalu menyerukan agar AS membangun kembali kehadirannya di Bagram. Ia bahkan menyebut, “kami sedang berbicara dengan Afghanistan” mengenai hal tersebut, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Ketika seorang reporter menanyakan apakah ia akan mengerahkan pasukan untuk merebut kembali pangkalan itu, Trump enggan menjawab secara gamblang.

Advertisement

“Kami tidak akan membicarakan hal itu. Kami menginginkannya kembali, dan kami menginginkannya kembali segera. Jika mereka tidak melakukannya, kalian akan tahu apa yang akan saya lakukan,” tegas Trump.

Baca Juga :  Rupiah Melemah, Dolar AS Bertahan di Level Rp17.200-an

Namun, seruan itu langsung ditanggapi dingin oleh pihak Taliban. Pada Minggu, juru bicara utama mereka, Zabihullah Mujahid, menolak klaim Trump dan mendesak Washington untuk mengambil sikap yang lebih realistis.

“Afghanistan memiliki kebijakan luar negeri yang berorientasi ekonomi dan mengupayakan hubungan yang konstruktif dengan semua negara berdasarkan kepentingan bersama,” tulis Mujahid di platform X.

Mujahid juga mengingatkan kembali komitmen yang tertuang dalam Perjanjian Doha.

“Perlu diingat bahwa, berdasarkan Perjanjian Doha, Amerika Serikat berjanji bahwa ‘mereka tidak akan menggunakan atau mengancam kekuatan terhadap integritas wilayah atau kemerdekaan politik Afghanistan, atau mencampuri urusan internalnya,’” ujarnya.

“AS perlu tetap setia pada komitmennya,” tambahnya.

Meski begitu, Mujahid tidak memberikan jawaban ketika ditanya AP mengenai klaim percakapan antara Trump dan pihak Afghanistan, serta alasan Trump yakin AS bisa merebut kembali Bagram.

Baca Juga :  Pemotor di Bogor Jadi Sasaran Penembakan Pelaku Tawuran

Sebelumnya, dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Trump kembali menyinggung rencana tersebut. Dilansir AFP, Jumat (19/9/2025), ia menyatakan,

“Ngomong-ngomong, kami sedang berusaha mendapatkannya kembali, itu mungkin berita yang cukup mengejutkan. Kami berusaha mendapatkannya kembali karena mereka membutuhkan sesuatu dari kami.”

“Kami ingin pangkalan itu kembali,” lanjut Trump.

Kini, kontroversi soal Bagram menempatkan Afghanistan kembali dalam sorotan. Pertanyaan besar pun muncul, apakah pangkalan udara yang pernah menjadi simbol dominasi AS itu benar-benar bisa direbut kembali, atau tetap menjadi saksi bisu perubahan rezim di negara yang tak pernah lepas dari pusaran geopolitik dunia.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel