TIMETODAY.ID, BOGOR – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor menilai rencana pembangunan kereta gantung atau Suspended String Light Rail Transport (SSLRT) di kawasan Puncak berpotensi mendorong peningkatan pariwisata dan okupansi hotel. Namun, upaya tersebut dinilai belum tentu menyelesaikan persoalan kemacetan lalu lintas di jalur Puncak.
Sekretaris PHRI Kabupaten Bogor, Boboy Ruswanto, mengatakan pembangunan kereta gantung dari Rest Area Gunung Mas hingga Puncak Pass bisa menjadi ikon wisata baru. Meski demikian, ia menegaskan bahwa masalah utama kemacetan justru terjadi sejak pintu tol Gadog hingga jalur menuju Puncak, terutama saat akhir pekan atau libur panjang.
“Kalau menurut saya, kereta gantung bisa menjadi ikon wisata baru. Tapi tetap tidak akan mengurangi kemacetan di jalur Puncak,” kata Boboy, Jumat (12/9/2025).
Ia menilai perlu kajian mendalam terkait efektivitas pembangunan kereta gantung dalam mengurai kepadatan lalu lintas. Menurutnya, kehadiran sarana transportasi tersebut justru bisa memicu bertambahnya jumlah wisatawan.
“Yang ada justru kunjungan wisatawan ke Puncak akan bertambah seiring adanya kereta gantung. Karena wisatawan disuguhi sesuatu yang baru,” ujarnya.
Meski begitu, Boboy menegaskan pembangunan kereta gantung dapat memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, terutama dalam meningkatkan okupansi hotel dan hunian kamar di kawasan Puncak.
“Bisa untuk peningkatan kunjungan wisata, dan berimbas pula untuk tingkat hunian kamar atau kunjungan ke hotel,” pungkasnya.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































