Hidup dari Mi Instan Saja, Bisakah Tubuh Bertahan Sehat?

Mi instan
ilustrasi memakan Mi instan (foto: istock)

TIMETODAY.ID, JAKARTA Mi instan sudah lama jadi teman setia banyak orang. Dari mahasiswa perantau, pekerja lembur, sampai siapa pun yang butuh makanan cepat saji di tengah malam, satu bungkus mi bisa terasa cukup mengenyangkan. Rasanya juga memantik nostalgia murah, praktis, dan bikin nyaman.

Namun, pertanyaan yang sering muncul: apakah tubuh bisa bertahan hidup hanya dengan makan mi instan setiap hari?

Secara teknis, jawabannya iya. Tubuh akan tetap mendapat kalori dari mi instan. Tapi dalam jangka panjang, dampaknya ternyata cukup rumit.

Advertisement

Di balik kepraktisan itu, mi instan menyimpan kadar natrium atau garam yang tinggi. Bahkan, beberapa merek bisa memenuhi lebih dari setengah kebutuhan garam harian hanya dari sekali makan.

Baca Juga :  Kenapa Mudah Haus Saat Cuaca Panas? Ini Makanan yang Bisa Memperparah Dehidrasi

Masalah lain, mi instan minim serat, protein, vitamin, dan mineral. Artinya, tubuh hanya kebagian “kalori kosong” tanpa gizi memadai.

Penelitian di Korea Selatan yang dikutip Vice menemukan, konsumsi mi instan beberapa kali dalam seminggu berkaitan dengan meningkatnya risiko sindrom metabolik sekumpulan kondisi yang bisa memicu penyakit jantung dan diabetes.

Menariknya, perempuan tercatat lebih rentan, diduga karena faktor hormonal atau paparan zat kimia dari kemasan plastik saat diseduh.

Meski begitu, para ahli menegaskan bahwa mi instan tidak sepenuhnya berbahaya. Makanan ini hanya memang tidak dirancang sebagai sumber nutrisi utama. Sesekali disantap sebagai camilan cepat atau menu darurat, tentu tidak masalah.

Baca Juga :  Dari Ketakutan Menuju Keberanian: Kunci Mengatasi Kecemasan

Persoalan muncul ketika mi instan dijadikan makanan pokok tiga kali sehari tanpa tambahan gizi lain. Kondisi ini bisa membuat tubuh cepat lelah, kekurangan nutrisi, dan berisiko memicu penyakit kronis.

Kabar baiknya, risiko itu bisa ditekan jika mi instan dipadukan dengan bahan makanan lain misalnya menambahkan sayur, telur, ayam, atau sisa lauk di rumah. Dengan begitu, asupan protein, vitamin, dan mineral tetap terpenuhi.

Namun jika rencana Anda hanya bertahan hidup dengan mi instan polos dari pagi hingga malam, sebaiknya pikir ulang. Makanan praktis tidak sama dengan bahan bakar yang benar-benar menyehatkan tubuh.***

Editor : Syafira

Sumber : CNBCIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel