TIMETODAY.ID — Saat musim hujan tiba, sebagian orang merasa kamar tidurnya mulai berubah—lebih lembap, berbau apek, dan kadang muncul bercak hitam jamur di sudut-sudut dinding. Kondisi seperti ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga bisa berdampak pada kesehatan.
“Kelembapan adalah kondisi ketika kandungan uap air di udara terlalu tinggi,” jelas Tri Cahyono, SKM, MSi dalam bukunya Penyehatan Udara, yang di kutip dari detik.com.
“Di dalam rumah, ini bisa berasal dari penguapan air di dinding, lantai, atau bahkan dari aktivitas sehari-hari seperti memasak dan mencuci.”
Lebih dari sekadar gangguan estetika, udara yang terlalu lembap bisa jadi tempat ideal bagi jamur berkembang.
Dalam Pencemaran Udara dalam Ruangan, HJ Mukono memperingatkan bahwa jamur bisa memicu gangguan pernapasan hingga alergi.
Namun jangan khawatir, tidak perlu buru-buru memasang AC. Ada banyak langkah sederhana yang bisa diterapkan untuk menjaga kamar tetap kering dan nyaman:
-
Pantau kelembapan dengan hygrometer agar tetap di angka ideal: 40–60%.
-
Pastikan ventilasi cukup, setidaknya 10% dari luas ruangan.
-
Gunakan kipas angin sebagai alternatif sirkulasi udara yang efektif.
-
Rutin buka jendela, terutama pagi hari, untuk mengusir udara lembap.
-
Pasang dehumidifier, alat praktis yang menyerap kelembapan udara.
-
Periksa dinding dan atap dari kemungkinan rembesan air.
-
Rawat karpet secara rutin, atau ganti dengan bahan yang lebih mudah kering.
-
Jangan jemur pakaian di kamar, karena ini akan menambah uap air.
Satu tips tambahan yang sering luput: letakkan kapur serap lembap di pojok ruangan. Produk ini mudah ditemukan dan ampuh menyerap uap air secara pasif.
Dengan perawatan sederhana dan tanpa harus bergantung pada AC, kamar tidur bisa tetap menjadi tempat istirahat yang nyaman, kering, dan tentunya sehat bahkan saat udara luar terasa berat oleh hujan yang tak kunjung reda.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel








































