Greta Thunberg Hadapi Serangan Drone dalam Perjalanan ke Gaza

Greta Thunberg
Kapal Rombongan Greta Thunberg Bertolak Menuju Gaza. (Foto: REUTERS/Bruna Casas)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Suasana tegang mewarnai perjalanan armada Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Gaza. Salah satu kapal utama rombongan yang membawa aktivis pro-Palestina, termasuk Greta Thunberg, dihantam serangan drone saat melintas di jalur laut, Senin (8/9/2025).

“Global Sumud Flotilla (GSF) mengkonfirmasi bahwa salah satu kapal utama… yang membawa anggota Komite Pengarah GSF, dihantam oleh apa yang diduga sebuah drone,” tulis penyelenggara dalam keterangan resmi di media sosial.

Kapal tersebut hancur, namun keajaiban masih berpihak pada rombongan. “Semua penumpang dan awak selamat,” lanjut pernyataan itu. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Advertisement

Armada Terbesar Menuju Gaza

Greta Thunberg, aktivis iklim asal Swedia yang kini juga vokal membela Palestina, ikut berlayar bersama sekitar 20 kapal dalam ekspedisi ini. Mereka berangkat dari pelabuhan internasional pada 31 Agustus lalu dengan satu tujuan: menembus blokade Israel dan mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Baca Juga :  Drone Iran Ditembak Jatuh, Inggris Tingkatkan Operasi Militer di Timur Tengah

Ekspedisi ini disebut sebagai flotilla terbesar yang pernah digelar. Kapal-kapal dari 44 negara ikut serta, dengan tambahan dukungan dari Italia dan Tunisia. Di atas dek kapal, selain aktivis, ada dokter, seniman, hingga tokoh masyarakat.

Gerakan ini digalang oleh koalisi internasional seperti Freedom Flotilla Coalition, Global Movement to Gaza, Maghreb Sumud Flotilla, dan Sumud Nusantara. Semuanya bergerak atas nama solidaritas rakyat.

Tokoh di Balik Flotilla

Komite pengarah flotilla diisi nama-nama lintas benua. Selain Greta Thunberg, ada Thiago Ávila dari Brasil, Yasemin Acar dari Turki, hingga Saif Abukeshek dari Palestina. Kehadiran mereka menegaskan bahwa misi ini bukan sekadar pengiriman bantuan, melainkan simbol perlawanan damai terhadap blokade panjang Israel di Gaza.

Baca Juga :  Pagi di Lumajang Diselimuti Abu, Gunung Semeru Dua Kali Erupsi Hari Ini

Misi yang Tak Surut

Meski dihantam drone dan kehilangan satu kapal, armada GSF menegaskan akan tetap melanjutkan perjalanan. Bagi mereka, insiden ini justru menjadi bukti bahwa solidaritas internasional sedang diuji.

Greta Thunberg sendiri sebelumnya pernah dideportasi Israel karena ikut serta dalam aksi pro-Palestina. Ia menuding Israel melakukan “pelanggaran yang disengaja” terhadap aktivis. Kini, kehadirannya di flotilla memberi sorotan global pada isu Gaza.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel