TIMETODAY.ID, WASHINGTON — Gedung Putih, Senin (1/9/2025). Suasana santai di ruang wawancara bersama Daily Caller tiba-tiba berubah serius ketika Donald Trump mulai bicara tentang Israel. Presiden Amerika Serikat itu mengaku kaget melihat perubahan besar yang terjadi di Kongres dalam dua dekade terakhir.
Dulu, menurut Trump, lobi Israel dikenal sebagai yang terkuat dan paling berpengaruh di Capitol Hill. Kini, pengaruh itu seakan pudar, terkikis oleh opini publik Amerika yang semakin kritis terhadap aksi militer Israel di Gaza.
“Israel adalah yang terkuat. Sekarang, tidak ada lobi sekuat itu. Sungguh mengejutkan,” kata Trump, seperti dilansir Anadolu dari wawancara tersebut.
Trump mengingat kembali masa ketika politisi Amerika tak berani sedikit pun mengkritik Israel. Baginya, lobi Israel bukan sekadar kuat, tapi mendominasi penuh jalannya keputusan di Kongres.
“Dulu Anda tidak bisa menjelek-jelekkan orang (Israel). Jika ingin menjadi politisi, Anda tidak boleh menjelek-jelekkan orang (Israel). Tapi sekarang, ada AOC (Alexandria Ocasio-Cortez) plus tiga, semua orang gila ini, mereka benar-benar telah mengubahnya,” ujarnya, menyindir para anggota parlemen progresif yang vokal menentang bantuan militer AS untuk Israel.
Perubahan yang dirasakan Trump bukan tanpa dasar. Beberapa survei terbaru menunjukkan pergeseran tajam dalam opini publik. Jajak pendapat Pew Research pada Maret lalu menemukan 53 persen orang dewasa AS memandang Israel secara negatif, naik signifikan dari 42 persen pada 2022.
Hasil polling Universitas Quinnipiac yang dirilis pekan lalu bahkan lebih mengejutkan. Enam dari sepuluh responden menolak pengiriman bantuan militer tambahan AS ke Israel, angka penolakan tertinggi sejak perang Israel-Hamas pecah pada 7 Oktober 2023.
Separuh responden, termasuk 77 persen pendukung Partai Demokrat, menyebut Israel telah melakukan genosida di Gaza.
Perubahan opini publik ini menandai titik balik. Di satu sisi, pendukung MAGA dalam Partai Republik mulai skeptis terhadap biaya dukungan untuk Israel.
Di sisi lain, suara kelompok progresif semakin lantang mengkritik kebijakan luar negeri Amerika yang dianggap membiarkan kekejaman Israel terus berlangsung.
Trump, yang pernah menyebut Israel sebagai lobi terkuat yang pernah ia lihat selama berkarier di politik, kini harus mengakui: dominasi itu tidak lagi sama.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































