Prabowo-Gibran Jenguk Korban Luka Demo, Dari Polisi hingga Warga Sipil

Gibran
Wapres menjenguk korban luka demo di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Senin (1/9/2025) (foto: Istimewa)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Senin siang (1/9/2025), lorong-lorong RS Polri Kramat Jati terasa lebih ramai dari biasanya. Di balik suasana rumah sakit yang biasanya hening, langkah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming menjadi sorotan.

Keduanya kompak datang untuk menjenguk para korban luka akibat aksi demonstrasi yang berlangsung beberapa hari terakhir.

Korban yang dirawat bukan hanya berasal dari aparat keamanan, tetapi juga masyarakat sipil. Prabowo mengaku merasa perlu hadir langsung untuk memberi semangat kepada mereka yang terluka saat menjalankan tugas maupun ketika berada di lokasi demo.

Advertisement

“Saya hari ini merasa terpanggil harus menengok petugas-petugas kita, prajurit-prajurit kepolisian yang cedera. Selama ini ada lebih 40 yang cedera, 43 yang cedera. Sebagian besar sudah pulang, masih 17 ada di sini,” ujar Presiden.

Baca Juga :  Pemkot Bogor Kirim Bantuan Darurat Tahap Pertama untuk Korban Banjir Sukabumi Selatan

Salah satu yang mendapat perhatian adalah AKP Darkun, anggota Brimob Polda Metro Jaya. Namanya sempat ramai diberitakan karena kondisi kritis usai terkena lemparan batu ketika mengamankan aksi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, 28 Agustus lalu. Luka serius di bagian kepala membuatnya harus mendapat 42 jahitan.

Namun, siang itu kondisinya mulai berangsur pulih. Saat Wapres Gibran menjenguk, AKP Darkun sudah bisa duduk di atas kasur rumah sakit.

“Kena lemparan batu?” tanya Gibran singkat sambil memastikan kondisinya.

Baca Juga :  Prabowo Hadiri Pertemuan Internasional Bahas Kelanjutan Gencatan Senjata Gaza

Selain Darkun, Gibran juga menyempatkan diri menemui seorang anggota polisi lain yang mengalami luka bakar di bagian kaki akibat terkena bom molotov.

Tak hanya aparat, korban dari kalangan masyarakat sipil juga turut mendapat perhatian. Mereka adalah Ade Yudha, Fatire Barakah, dan Nurhasanah, yang ikut menjadi korban dalam situasi ricuh demo.

Pihak RS Polri sebelumnya memastikan bahwa meski banyak yang mengalami luka, tak ada korban jiwa dari pihak polisi. Kunjungan Presiden dan Wapres diharapkan menjadi penguat moral baik bagi aparat maupun warga sipil yang terkena dampak langsung dari demonstrasi yang berujung bentrokan.***

Editor : Syafira

Sumber : CNBCIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel