TIMETODAY.ID, JAKARTA — Siaran langsung Jungkook, salah satu member BTS, yang biasanya penuh tawa dan interaksi ringan dengan penggemar, berubah menjadi momen penuh keterusterangan. Dalam sesi Weverse itu, ia tampak santai berjalan ke sana kemari sambil bercakap dengan ARMY.
Namun, suasana mendadak lebih serius ketika sebuah komentar muncul: penggemar meminta Jungkook agar tidak terlalu banyak bergerak.
Alih-alih mengabaikan, Jungkook menanggapinya dengan kejujuran yang jarang sekali disampaikan oleh seorang idol di depan jutaan penonton.
“Saya tidak bisa menahannya. Saya semacam punya ADHD orang dewasa. Jadi saya terus bergerak seperti ini,” kata Jungkook, mengutip NDTV.
Pengakuan itu langsung memantik rasa simpati dan haru. ARMY memenuhi kolom komentar dengan pesan penuh pengertian, seakan berlomba menunjukkan bahwa sang idol tidak sendirian.
Banyak yang menyesal jika komentar sederhana itu tanpa sengaja memicu keterusterangan Jungkook, tetapi sekaligus bangga atas keberaniannya membuka diri.
Fenomena idol membicarakan kondisi kesehatan mental memang bukan hal baru, namun tetap langka. Jungkook mengikuti jejak sejumlah figur publik dunia yang memilih berbicara terbuka soal Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) sebuah gangguan neurologis yang sering disalahpahami masyarakat.
Apa Itu ADHD?
Menurut Mayo Clinic, ADHD biasanya muncul sejak masa kanak-kanak dan dapat berlanjut hingga dewasa.
Kondisi ini ditandai dengan kesulitan mempertahankan fokus, hiperaktivitas, serta perilaku impulsif. Pada orang dewasa, gejalanya kerap berbeda dibandingkan anak-anak.
Beberapa tanda yang umum di antaranya:
- Kesulitan mengatur waktu dan prioritas
- Mudah terdistraksi saat bekerja
- Restless atau sulit diam
- Mood swing atau perubahan suasana hati yang cepat
- Toleransi rendah terhadap frustrasi
- Sulit menyelesaikan pekerjaan hingga tuntas
Tidak semua orang “sembuh” dari ADHD setelah melewati masa kanak-kanak. Banyak orang dewasa tetap mengalaminya, yang bisa memengaruhi karier, hubungan sosial, maupun kehidupan sehari-hari.
Hal penting untuk diingat, ADHD bukanlah hasil pola asuh yang buruk atau sekadar kebiasaan. Kondisi ini nyata secara neurologis, dan meski belum bisa sepenuhnya hilang, gejalanya dapat dikelola melalui pengobatan, terapi, hingga perubahan gaya hidup.
Dukungan untuk Jungkook
Bagi banyak ARMY, keterusterangan Jungkook justru menambah rasa dekat. Mereka melihatnya bukan hanya sebagai superstar dunia, melainkan manusia biasa yang juga bergulat dengan tantangan personal.
Keberanian Jungkook berbagi cerita tentang ADHD bisa menjadi pemantik percakapan yang lebih luas tentang kesehatan mental, khususnya di dunia hiburan Korea Selatan yang terkenal kompetitif.
Dan bagi penggemarnya, itu adalah pengingat bahwa bahkan idola mereka yang selalu tampil sempurna di panggung pun, memiliki sisi rapuh yang patut dipahami dan diterima.***
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel






































