Hati-Hati, 4 Kelompok Orang yang Sebaiknya Menghindari Jus Daun Kelor

Jus Daun Kelor
ilustrasi bubuk dari daun kelor (foto: istock)

TIMETODAY.ID, JAKARTA —Hati-Hati, 4 Kelompok Orang yang Sebaiknya Menghindari Jus Daun Kelor atau Moringa oleifera sejak lama dijuluki sebagai tanaman ajaib. Kaya antioksidan, asam amino, vitamin, hingga mineral penting, kelor kerap menjadi pilihan alami untuk menjaga daya tahan tubuh maupun membantu proses penyembuhan penyakit.

Di banyak daerah di Indonesia, kelor bahkan sudah menjadi bagian dari ramuan tradisional turun-temurun.

Namun, di balik segudang manfaatnya, jus daun kelor ternyata tidak sepenuhnya aman untuk semua orang. Konsentrasinya yang lebih pekat bisa menimbulkan risiko pada kelompok tertentu, terutama jika dikonsumsi tanpa pengawasan medis.

Advertisement

Siapa Saja yang Perlu Waspada?

  1. Ibu Hamil di Trimester Awal
    Bagi ibu hamil, kelor sebaiknya dikonsumsi dengan hati-hati. Jika pada trimester kedua dan ketiga relatif lebih aman, maka di awal kehamilan jus kelor justru berpotensi berbahaya. Pasalnya, bagian lain dari tanaman kelor seperti akar, kulit batang, dan bunga mengandung senyawa yang dapat memicu kontraksi rahim, sehingga meningkatkan risiko terhadap janin.
  2. Pengidap Hipotiroid
    Hipotiroid adalah kondisi ketika tubuh tidak memproduksi cukup hormon tiroid. Gejalanya antara lain mudah lelah, sensitif terhadap dingin, hingga kenaikan berat badan. Sayangnya, kandungan tertentu dalam daun kelor dapat memengaruhi fungsi kelenjar tiroid, sehingga justru memperparah gejala hipotiroid bila dikonsumsi dalam bentuk jus.
  3. Pengidap Diabetes yang Rutin Minum Obat
    Bagi penderita diabetes, kelor memang dikenal bisa menurunkan kadar gula darah secara alami. Tapi untuk mereka yang sudah rutin mengonsumsi obat, kombinasi keduanya bisa berbahaya. Risiko utamanya adalah hipoglikemia—gula darah turun terlalu drastis—yang bisa menimbulkan gejala berat hingga mengancam jiwa.
  4. Pengidap Hipertensi yang Sedang Terapi Obat
    Tak hanya gula darah, daun kelor juga punya efek menurunkan tekanan darah. Pada penderita hipertensi yang sedang menjalani terapi obat, konsumsi jus kelor dapat membuat tekanan darah jatuh terlalu rendah atau hipotensi. Akibatnya tubuh bisa terasa lemas, pusing, bahkan berisiko pingsan.
Baca Juga :  Pelaku Cium Jin BTS Resmi Jadi Tersangka, Proses Hukum Dilanjutkan

Bijak Mengonsumsi “Superfood”

Meski populer dan kaya manfaat, jus daun kelor tetap bukan minuman ajaib yang bisa diminum tanpa batas. Konsultasi dengan dokter sangat disarankan, terutama bagi mereka yang sedang hamil atau menjalani pengobatan rutin. Dengan cara itu, manfaat kelor bisa didapat tanpa harus menghadapi risiko kesehatan yang tidak diinginkan.***

Baca Juga :  Film Pendek Karya PWI Kota Bogor dan KFB Siap Tayang Juli 2024

Editor : Syafira

Sumber : CNNIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel