TIMETODAY.ID, JAKARTA — Komunikasi adalah keterampilan esensial yang memengaruhi hubungan pribadi, pendidikan, karier, hingga interaksi sosial. Dengan komunikasi yang efektif, ide dan informasi dapat tersampaikan dengan jelas dan tepat sasaran. Lalu, bagaimana cara melatih kemampuan ini agar semakin terasah?
Menurut The Division of Continuing Education (DCE) Harvard University, kemampuan komunikasi bisa ditingkatkan melalui kebiasaan sehari-hari yang sederhana, namun konsisten. Harvard menekankan bahwa komunikasi yang baik bergantung pada pemilihan kata, kejelasan, dan kesingkatan pesan.
Berikut enam kebiasaan yang bisa membantumu jadi lebih jago berkomunikasi:
1. Lebih Aktif Mendengarkan
Banyak orang lebih suka didengar ketimbang mendengarkan. Padahal, kemampuan mendengar sama pentingnya dengan berbicara. Marjorie North, pakar komunikasi, menyebut bahwa rata-rata kita hanya menangkap sekitar 50% dari apa yang disampaikan orang lain.
Latih diri untuk memberi perhatian penuh, menahan diri dari interupsi, menghindari penilaian terburu-buru, dan menunjukkan bahasa tubuh yang terbuka.
2. Melatih Kecerdasan Emosional
Komunikasi yang baik biasanya lahir dari kecerdasan emosional tinggi. Artinya, penting untuk memahami emosi diri sendiri sebelum berusaha memahami orang lain. Dengan begitu, kita bisa lebih tenang mengelola respon dan lebih peka terhadap lingkungan sekitar.
3. Mengidentifikasi Tujuan
Sebelum berkomunikasi, tentukan dulu tujuan yang ingin dicapai—baik jangka pendek maupun panjang. Kebiasaan ini membantu kita menyusun jawaban atau respon yang relevan, sehingga komunikasi menjadi lebih efektif.
4. Mengenal Lawan Bicara
Sesuaikan pesan dengan siapa lawan bicara kita. Cara berbicara ke rekan kerja tentu berbeda dengan cara berbicara ke sahabat. Dengan menyesuaikan gaya komunikasi, pesan yang disampaikan akan lebih mudah dipahami.
5. Mengontrol Diri
Tidak cukup hanya fokus pada isi pesan, penting juga mengendalikan cara penyampaian. Jika mendapat respon kurang baik, coba atur ulang ritme, gunakan poin-poin singkat, atau ubah pendekatan agar lebih mudah diterima.
6. Menentukan Momentum
Waktu penyampaian bisa menentukan berhasil atau tidaknya komunikasi. Misalnya, menyelipkan topik serius di tengah suasana bercanda bisa terasa janggal. Tunggu momen yang pas agar pesanmu benar-benar diterima audiens.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































