Kasus DBD di Kota Bogor Turun 85 Persen, Januari–Agustus 2025 Hanya 408 Kasus

DBD
Petugas melakukan fogging di kawasan permukiman sebagai upaya pencegahan penyebaran nyamuk Aedes aegypti penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD). Foto : Ilustrasi/freepik.com

TIMETODAY.ID, BOGOR – Angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bogor, Jawa Barat sepanjang Januari hingga 19 Agustus 2025 tercatat sebanyak 408 kasus. Jumlah ini turun drastis dibanding periode yang sama pada tahun 2024 yang menyentuh angka 2.817 kasus. Artinya, dalam kurun setahun terakhir, Kota Bogor berhasil menekan penyebaran DBD hingga turun sekitar 85 persen.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, tren penurunan terlihat konsisten sejak awal tahun. Pada Januari tercatat 68 kasus, Februari 67 kasus, Maret 51 kasus, April 47 kasus, Mei 47 kasus, Juni 39 kasus, Juli 54 kasus, dan periode 1–19 Agustus sebanyak 35 kasus. Lonjakan ekstrem seperti tahun lalu tidak lagi muncul, meski kewaspadaan tetap diperlukan menjelang musim hujan.

Baca Juga :  Arteta Waspadai Aston Villa, Arsenal Siap Belajar dari Kekalahan Pahit

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno, menyebut pencapaian ini tak lepas dari kombinasi strategi pengendalian yang dilakukan secara terintegrasi.

Advertisement

“Setiap pusat kesehatan terus melakukan penyelidikan epidemiologi sampai pemetaan kasus, hingga analisis data untuk deteksi dini,” ujarnya, Rabu (20/8/2025)

Upaya pengendalian yang dilakukan seperti peningkatan sistem surveilans, pengendalian vektor nyamuk, serta kolaborasi lintas sektor.

Pertama, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) menjadi program utama, diperkuat dengan Gerakan satu Rumah satu Jumantik (G1R1J), kemudian Fogging, larvasidasi, dan penyuluhan dijalankan secara rutin oleh Puskesmas bersama kader dan masyarakat. Dan yang ketiga Gerakan Serentak PSN dengan melibatkan berbagai instansi memperluas jangkauan aksi pencegahan.

Baca Juga :  Kanada Mantap Masuk Indo-Pasifik, Indonesia Jadi Mitra Pertahanan Kunci

Selain itu, penggunaan Rapid Diagnostic Test (RDT) Combo DBD dan NS-1 di Puskesmas dan rumah sakit juga mempercepat proses diagnosis. Pertemuan rutin digelar untuk mengoptimalkan pemakaian RDT sehingga cakupan penemuan kasus semakin luas.

Masyarakat diimbau melaksanakan 3M Plus, menguras dan menutup rapat tempat penampungan air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi wadah nyamuk, serta langkah tambahan seperti memelihara ikan pemakan jentik, menanam tanaman pengusir nyamuk, hingga menggunakan kelambu dan repellent.

Retno menegaskan, keberhasilan menekan kasus DBD di Kota Bogor tak lepas dari kolaborasi antara Dinas Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat.

Namun, Retno mengingatkan kewaspadaan perlu ditingkatkan, khususnya saat musim hujan yang rawan peningkatan kasus.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : B. Supriyadi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel