PVMBG Tetapkan Status Awas, Warga Diminta Jauhi Radius 7 Km dari Lewotobi

lewotobi
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi (foto: dok ist)

TIMETODAY.ID, NTT —  Langit dini hari di Larantuka, Senin (18/8/2025), berubah kelabu. Gunung Lewotobi Laki-laki kembali meletus, menyemburkan kolom abu setinggi kurang lebih 8.000 meter dari puncak, atau 9.584 meter di atas permukaan laut.

Suara dentuman keras terdengar jelas dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA), menandai awal dari erupsi yang terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 47,3 mm dan durasi sementara lebih dari lima menit.

Abu pekat berwarna kelabu bergulir ke arah barat dan barat laut, menyelimuti udara dengan intensitas tebal. Warga sekitar lereng gunung pun dibuat resah, sebagian terpaksa menutup pintu dan jendela rumah mereka untuk menghalau abu yang masuk.

Advertisement
Baca Juga :  Lewotobi Laki-laki Naik ke Level Awas, Erupsi Tengah Malam Guncang Flores

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) langsung menetapkan status Level IV (Awas) untuk Gunung Lewotobi Laki-laki.

“Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 km dari pusat erupsi, serta sektoral barat, utara, dan timur laut hingga sejauh 7 km,” demikian imbauan resmi PVMBG.

Tak hanya ancaman abu, hujan deras dikhawatirkan dapat memicu banjir lahar hujan. Sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, hingga Nawakote.

Bagi warga yang terdampak hujan abu, PVMBG meminta agar selalu menggunakan masker atau kain penutup mulut dan hidung. Langkah sederhana itu penting untuk melindungi sistem pernapasan dari paparan abu vulkanik.

Baca Juga :  Wabup Bogor Minta ASN Teladani Rasulullah untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

Meski peringatan keras sudah dikeluarkan, PVMBG menekankan agar masyarakat tetap tenang dan hanya mempercayai informasi resmi dari pemerintah daerah maupun lembaga terkait.

“Jangan mudah terprovokasi isu atau kabar yang tidak jelas sumbernya,” tambahnya.

Seiring erupsi yang masih berlangsung hingga berita ini diturunkan, masyarakat Flores Timur kini hidup dalam kewaspadaan penuh.

Gunung yang akrab disapa Lewotobi Laki-laki itu kembali menunjukkan kegagahannya, sekaligus mengingatkan betapa rapuhnya kehidupan di kaki gunung api aktif.***

Editor : Syafira

Sumber : Okezone.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel