Mengenal Dry Needling, Prosedur, Manfaat, dan Risiko yang Harus Diketahui

Dry Needling
ilustrasi seseorang yang sedang melakukan terapi Dry Needling (foto: istock)

TIMETODAY.ID, JAKARTA Dry Needling adalah teknik terapi yang menggunakan jarum tipis untuk mengatasi nyeri pada otot dan jaringan sekitarnya dengan menargetkan titik-titik pemicu nyeri (trigger points).

Terapi ini sering dilakukan oleh ahli fisioterapi, dokter, dan tenaga medis terlatih untuk meredakan nyeri muskuloskeletal dan neuromuskular serta membantu memperbaiki fungsi otot dan mobilitas tubuh.

Manfaat Dry Needling:

Advertisement
  • Mengurangi nyeri otot dan sendi
  • Meningkatkan fleksibilitas dan rentang gerak tubuh
  • Menghilangkan ketegangan otot yang menyebabkan sakit kepala dan migrain
  • Mempercepat pemulihan cedera otot dan jaringan lunak
  • Meningkatkan aliran darah dan proses penyembuhan alami tubuh
  • Meredakan kram otot, khususnya saat malam hari
  • Membantu mengatasi nyeri kronis seperti fibromyalgia dan osteoartritis

Prosedur Dry Needling:

  1. Identifikasi Titik Pemicu: Terapis akan merasakan dan mencari titik nyeri atau simpul otot yang menjadi sumber ketegangan.
  2. Penusukan Jarum: Jarum filiform tipis dimasukkan ke dalam kulit tepat ke titik pemicu tersebut. Jarum ini sangat kecil sehingga menyebabkan sedikit ketidaknyamanan saja.
  3. Manipulasi Jarum: Pada beberapa kasus, jarum digerakkan sedikit untuk memicu reaksi otot berupa kejang lokal singkat (local twitch response), yang menandakan otot mulai melepaskan ketegangan.
  4. Sesi Berulang: Terapi biasanya dilakukan dalam beberapa sesi agar efek pengurangan nyeri dan pemulihan otot menjadi optimal.
Baca Juga :  Pilihan Makanan yang Nyaman Ditelan Saat Sakit Tenggorokan

Risiko Dry Needling:
Dry needling umumnya dianggap aman apabila dilakukan oleh tenaga medis yang berkompeten.

Risiko komplikasi sangat kecil, tetapi beberapa efek samping ringan yang bisa terjadi antara lain:

  • Rasa nyeri atau memar ringan di area tusukan jarum
  • Sedikit pendarahan atau kemerahan pada kulit
  • Sensasi pegal atau kejang otot sesaat
    Risiko lebih serius seperti infeksi atau kerusakan organ sangat jarang terjadi dan dapat dicegah dengan prosedur steril dan teknik yang benar.
Baca Juga :  Ingin Otot Lebih Kekar? Lengkapi Latihan dengan 5 Asupan Bergizi Ini

Dry needling berbeda dengan akupunktur, karena dry needling fokus pada aspek medis dan ilmiah yang menargetkan otot dan jaringan lunak untuk mengurangi nyeri dan memperbaiki fungsi otot, sedangkan akupunktur berasal dari filosofi pengobatan tradisional Tiongkok dan menargetkan aliran energi tubuh (chi) melalui titik meridian.

Artikel ini memberikan gambaran menyeluruh tentang dry needling—manfaatnya sebagai terapi nyeri otot, prosedur pelaksanaannya, dan risiko yang perlu diketahui bagi yang berminat mencobanya.

Pastikan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional sebelum menjalani terapi ini.***

Editor : Syafira

Sumber : alodokter.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel