200 Madrasah di Lebak Rusak, Semangat Belajar Siswa Tetap Menyala

Lebak
Sebuah madrasah di Lebak dalam kondisi rusak dan tengah menanti bantuan rehabilitasi dari pemerintah pusat. (Foto: MPI/Fariz Abdullah)

TIMETODAY.ID, LEBAK — Di tengah semangat belajar yang tak pernah surut, ratusan madrasah di Kabupaten Lebak, Banten, harus berjuang dengan kondisi bangunan yang memprihatinkan.

Dari 807 madrasah yang terdata di Kementerian Agama (Kemenag) Lebak, sekitar 200 di antaranya masuk kategori rusak mulai dari kerusakan sedang hingga berat.

“Kebanyakan adalah lembaga swasta, sementara yang negeri hanya sekitar 10 dan kondisinya relatif baik,” ungkap Slamet, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Lebak, mengutip dari inews.id, Selasa (12/8/2025).

Advertisement

Meski atap bocor atau dinding retak sering menjadi pemandangan sehari-hari, para siswa tetap setia mengikuti kegiatan belajar mengajar. Namun, di balik itu, antrean permohonan bantuan rehabilitasi terus mengular di sistem Education Management Information System (EMIS).

Baca Juga :  Getaran M 3,1 Terasa di Sumur Banten, Belum Ada Laporan Kerusakan

Slamet menjelaskan bahwa penyaluran bantuan sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat. Kemenag Lebak hanya berperan sebagai pengumpul data.

“Yang mengajukan banyak, dan prosesnya bergilir. Tahun ini saja sudah ada 18 madrasah baru yang mendapat izin operasional,” ujarnya.

Pada 2024, hanya 45 madrasah yang berhasil mendapatkan bantuan. Kondisi ini membuat banyak madrasah swasta terpaksa bergantung pada uluran dana pemerintah, meski aturan menyebutkan lembaga baru tidak boleh menerima bantuan dalam dua tahun pertama.

Baca Juga :  Fenomena "Srikandi Viral 7 Menit" Bikin Heboh Netizen, Fakta atau Isu Belaka? 

“Madrasah itu kan dibangun dari masyarakat. Seharusnya, saat mendirikan sudah siap fasilitasnya. Tapi faktanya banyak yang ala kadarnya,” kata Slamet.

Bagi yang ingin mendapat bantuan, lanjutnya, madrasah harus menginput kondisi riil bangunan ke EMIS. Pemerintah kemudian menilai tingkat urgensinya.

“Tidak semua bisa dapat, yang diprioritaskan adalah yang paling butuh,” tegasnya.

Di balik antrean panjang dan keterbatasan dana, semangat para siswa dan guru di madrasah-madrasah Lebak seakan menjadi pondasi kokoh yang tak mudah runtuh, meski tembok sekolah mereka mulai rapuh dimakan waktu.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel