
TIMETODAY.ID, INDIA — Fenomena suara menggelegar dari pengeras suara, yang di Indonesia akrab disebut “sound horeg“, ternyata juga tumbuh subur di India. Di negara bagian Benggala Barat, kebiasaan ini bahkan telah menjadi bagian dari budaya lokal selama lebih dari tujuh dekade dan berkembang menjadi kompetisi rutin yang disebut West Bengal Box Competition.
Dalam ajang ini, peserta berlomba memamerkan sistem tata suara yang tak hanya besar, tetapi juga nyaring dan mencolok.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat peserta mengusung sound system raksasa yang dipasang di atas sepeda motor yang sudah dimodifikasi hingga menyerupai mobil pick up mini.
Sistem audio itu disambungkan dengan generator dan amplifier melalui jalinan kabel dan tali, menghasilkan suara yang menghentak dan menggetarkan tanah.
Keramaian tampak mengelilingi lokasi lomba, meski suara yang dipancarkan dari speaker kerap kali berdentum keras hingga mengguncang dada. Namun bagi masyarakat Benggala Barat, ini bukan sekadar hiburan melainkan juga ajang pembuktian.
Roy Dipankar, peneliti dari Sonic Street Technologies, menjelaskan bahwa budaya pengeras suara di India punya akar kuat dalam sejarah sosial dan politik.
Ia menyebut bahwa sejak dulu pengeras suara digunakan oleh kelompok-kelompok berkuasa untuk menyuarakan pendapat di ruang publik.
“Pengeras suara digunakan oleh orang-orang berkuasa yang bebas bersuara di jalanan,” kata Dipankar kepada Resident Adviser pada 2024.
Menurut laporan panjang dari Resident Adviser, penggunaan sound system yang semarak ini awalnya tumbuh dari acara keagamaan dan kampanye politik. Namun seiring waktu, ia menjelma menjadi subkultur tersendiri.
Dalam dokumentasi visual mereka, tampak deretan speaker berhias warna-warna cerah dan bunga mencolok seolah menjadi simbol kreativitas dan ekspresi masyarakat lokal.
Fenomena ini juga melahirkan kompetisi desain dan perakitan amplifier serta speaker custom. Bagi warga, menang dalam kompetisi box tak hanya soal prestise, tetapi juga membuka peluang komersial. Pemenang kerap diburu untuk tampil di berbagai acara pernikahan dan perayaan keagamaan.
“Menang kompetisi berarti akan lebih banyak kesempatan bermain di acara pernikahan hingga keagamaan,” ujar Dipankar.
Kini, budaya sound horeg ala India terus berkembang, menciptakan subgenre baru dalam dunia tata suara. Dari jalan-jalan Benggala Barat, suara-suara keras itu bukan sekadar dentuman melainkan cermin dari identitas, kreativitas, dan semangat komunitas.***
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































