TIMETODAY.ID — Di dunia maya, Hania Aamir adalah bintang yang cahayanya menembus batas negara. Bersama Mahira Khan dan Ali Zafar, wajah-wajah ini menjadi penghubung budaya antara dua negara bertetangga yang sering berseteru: India dan Pakistan.
Namun pada malam Rabu, 30 April 2025, jembatan itu tiba-tiba terputus. Akun Instagram mereka diblokir di India—tanpa peringatan, tanpa penjelasan yang resmi dari platform.
Pemblokiran ini bukan tanpa konteks. Hanya sehari sebelumnya, dunia dikagetkan oleh serangan berdarah di Pahalgam, Kashmir—sebuah kawasan wisata indah di kaki Pegunungan Himalaya—yang menewaskan 26 orang.
Serangan dilakukan dengan brutal: para korban dipisahkan berdasarkan identitas, lalu ditembak dari jarak dekat. Kebanyakan dari mereka adalah wisatawan asal India, satu di antaranya warga Nepal.
Pemerintah India langsung menunjuk jari ke Pakistan, menyalahkan negara tetangga itu atas pembiaran, jika bukan dukungan diam-diam, terhadap kelompok militan yang beroperasi di wilayah sensitif tersebut.
Dunia Seni yang Terseret dalam Badai Politik
Dalam atmosfer penuh ketegangan ini, keputusan pemerintah India untuk melarang 16 saluran YouTube asal Pakistan pun muncul. Alasannya: konten-konten mereka dianggap provokatif, menyulut sentimen sektarian, dan mengancam stabilitas.
Namun pemblokiran akun-akun artis seperti Mahira Khan, Hania Aamir, dan Ali Zafar menyentuh sisi yang berbeda. Bukan hanya soal kebebasan berekspresi atau sensor digital—melainkan putusnya relasi budaya yang selama ini menjadi ruang damai di tengah konflik politik.
Hania Aamir, yang punya basis penggemar besar di India lewat drama “Mere Humsafar” dan “Kabhi Main Kabhi Tum”, angkat suara dengan nada tenang dan mengajak untuk memulihkan empati.
“Hati saya bersama para korban tak bersalah. Dalam duka, dalam harapan – kita adalah satu. Ketika nyawa tak bersalah hilang, itu menjadi duka bersama. Tak peduli dari mana kita berasal, kesedihan punya bahasa yang sama. Mari kita selalu memilih kemanusiaan,” ujar Hania, dikutip dari NDTV.
Ketika Seni Tak Lagi Netral
Bagi banyak penggemar lintas negara, pemblokiran ini terasa pahit. Dunia hiburan, yang selama ini menjadi ruang pertemuan emosional antara rakyat India dan Pakistan, kini kembali diganggu oleh konflik geopolitik yang tak kunjung usai. Drama yang dulu ditonton bersama, kini dihalangi oleh batas digital yang diperkeras oleh dendam sejarah.
Mahira Khan, yang pernah mencuri perhatian penonton India lewat film “Raees” bersama Shah Rukh Khan, mendapati akunnya tak bisa diakses di India. Ali Zafar, penyanyi dan aktor yang pernah bernyanyi di panggung Bollywood, ikut terkena imbas. Dan untuk banyak penggemar, ini lebih dari sekadar kehilangan akses—ini adalah kehilangan rasa kedekatan.
Di Antara Kabut Kashmir dan Kecanggungan Diplomasi
Serangan di Pahalgam adalah tragedi kemanusiaan. Tapi pemblokiran akun artis yang bahkan mengutuk kekerasan itu, justru memperdalam luka yang tidak terlihat—luka hubungan antarmanusia yang dibangun melalui seni, musik, dan kisah-kisah cinta fiksi.
Dalam situasi seperti ini, muncul pertanyaan: apakah kita sedang membangun perdamaian, atau terus menanam kebencian baru di setiap keputusan digital?
Mayat-mayat telah dikuburkan. Tetapi gema serangan itu masih mengguncang dunia maya. Dan di layar-layar yang kini kosong dari wajah Hania atau Mahira, mungkin yang paling terasa adalah diam yang penuh kehilangan—bukan hanya atas nyawa yang melayang, tetapi atas kemungkinan dialog yang kini makin jauh.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel








































