TIMETODAY.ID, JAKARTA — Sebuah babak baru akan dimulai dalam struktur komando tertinggi militer Indonesia. Setelah sekian lama dibiarkan kosong, jabatan Wakil Panglima TNI akhirnya akan kembali terisi.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik pejabat baru untuk posisi strategis itu dalam sebuah upacara militer penuh kehormatan di Batujajar, Jawa Barat, pada Minggu, 10 Agustus 2025.
Pelantikan ini bukan peristiwa biasa. Di tengah sorotan politik dan militer yang terus bergulir, penunjukan Wakil Panglima TNI menjadi sinyal penting arah baru yang akan diambil Prabowo dalam menata kembali kekuatan pertahanan negara.
“Iya, rencananya demikian,” ujar Mayjen Kristomei Sianturi, Kepala Pusat Penerangan TNI, pada Kamis (7/8/2025), mengutip dari cnnindonesia.com.
Pelantikan Wakil Panglima TNI akan dilakukan bersamaan dengan pengukuhan sejumlah jabatan strategis lainnya: Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus), Panglima Korps Marinir (Pangkormar), dan Panglima Korps Pasukan Gerak Cepat (Pangkorpasgat).
Ketiganya adalah figur-figur sentral di matra masing-masing—Angkatan Darat, Laut, dan Udara—yang akan memainkan peran penting dalam membangun postur pertahanan modern di era pemerintahan baru.
Meski demikian, Kristomei belum mengungkap siapa perwira tinggi yang akan ditunjuk untuk menduduki kursi Wakil Panglima TNI. Penantian akan nama tersebut masih menjadi perbincangan hangat di kalangan militer dan pemerhati pertahanan nasional.
Jabatan Wakil Panglima TNI sempat ditiadakan dalam struktur TNI selama beberapa tahun. Terakhir kali posisi ini diisi oleh Fachrul Razi, sebelum akhirnya dibiarkan kosong sejak 2020. Namun, lewat Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2019 yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo, posisi ini dihidupkan kembali dengan kewenangan dan tugas yang diperkuat.
Dalam regulasi tersebut, Wakil Panglima TNI dijabat oleh perwira tinggi bintang empat, dan bertugas membantu Panglima TNI dalam mengoordinasikan kekuatan tiga matra: AD, AL, dan AU.
Pengaktifan kembali posisi ini disebut-sebut sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem komando terintegrasi di tubuh TNI—terutama dalam menghadapi tantangan pertahanan masa depan yang semakin kompleks dan multidimensi.
Upacara pelantikan akan digelar dalam Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer, yang akan berlangsung di Batujajar—markas pendidikan pasukan elite TNI AD. Lokasi ini bukan sekadar simbol. Di sinilah para prajurit terlatih ditempa, dan dari sinilah sinyal kekuatan militer kerap dipancarkan.
Pelantikan di Batujajar memberi pesan tegas: militer Indonesia sedang menata ulang pijakan dan mengukuhkan kembali soliditas komando di bawah kepemimpinan baru.
Dan saat kursi lama yang kosong itu akhirnya kembali terisi, satu babak sejarah TNI pun ditulis ulang. Pertanyaannya kini tinggal satu: siapa yang akan duduk di sana?
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































