Norwegia Tinjau Ulang Investasi di Perusahaan Israel Terkait Militer

Norwegia
Norwegia akan meninjau ulang portofolio sovereign wealth fund-nya untuk memastikan tidak ada investasi ke perusahaan Israel yang terlibat agresi di Gaza.(Foto: AFP/HANDOUT)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pemerintah Norwegia mengumumkan peninjauan ulang terhadap investasi dana kekayaan negara mereka, usai laporan media lokal mengungkap adanya dana yang mengalir ke perusahaan Israel yang terlibat dalam aktivitas militer dan pendudukan wilayah Palestina.

Langkah ini diambil setelah surat kabar Aftenposten mengungkap bahwa Norges Bank Investment Management (NBIM)—pengelola dana kekayaan negara Norwegia senilai US$1,9 triliun—memiliki saham di perusahaan Bet Shemesh Engines Ltd (BSEL), sebuah produsen mesin jet yang memasok layanan untuk angkatan udara Israel.

Perdana Menteri: “Saya Merasa Tidak Nyaman”

Advertisement

Perdana Menteri Jonas Gahr Støre, dalam wawancaranya dengan media nasional NRK, menyampaikan keprihatinan pribadi atas temuan tersebut.

“Kami perlu mendapatkan kejelasan terkait hal ini karena membaca laporan tersebut membuat saya merasa tidak nyaman,” ujar Støre, seperti dikutip Reuters, Rabu (6/8/2025).

Baca Juga :  Setelah Global Sumud Flotilla, Kini FFC Coba Tembus Blokade Israel

Menurut laporan NBIM terbaru, lembaga ini mengambil 1,3% saham di BSEL pada 2023 dan meningkatkan kepemilikan menjadi 2,09% pada akhir 2024. Nilainya mencapai sekitar US$15,2 juta.

Pemerintah Mulai Tinjau Seluruh Investasi di Israel

Sebagai respons, Menteri Keuangan Jens Stoltenberg menyatakan bahwa bank sentral Norwegia akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap semua investasi NBIM di perusahaan-perusahaan Israel, terutama yang beroperasi di wilayah pendudukan Palestina, termasuk Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Sementara itu, CEO NBIM Nicolai Tangen mengatakan bahwa saat ini BSEL tidak termasuk dalam daftar perusahaan yang direkomendasikan untuk dikecualikan oleh badan etika internal ataupun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Parlemen Menolak Usulan Divestasi Total, Tapi Etika Tetap Dikaji

Pada Juni lalu, parlemen Norwegia sempat membahas usulan untuk menarik seluruh investasi dari perusahaan yang beroperasi di wilayah Palestina yang diduduki. Namun, proposal tersebut ditolak.

Baca Juga :  Viral! 2 Mata Elang Pepet Pemotor Wanita di Bogor, Ini Respons Polisi

Meski begitu, NBIM diketahui telah menarik investasinya dari satu perusahaan energi dan satu perusahaan telekomunikasi Israel dalam 12 bulan terakhir. Dewan etik internal dana tersebut juga sedang meninjau kemungkinan divestasi dari lima bank Israel lainnya.

Dana Terbesar Dunia, 65 Perusahaan Israel dalam Portofolio

Dana kekayaan Norwegia dikenal sebagai yang terbesar di dunia, dengan portofolio saham di sekitar 8.700 perusahaan global, termasuk 65 perusahaan asal Israel dengan total nilai investasi mencapai US$1,95 miliar hingga akhir 2024.

Langkah peninjauan ini menandai babak baru dalam ketegangan antara prinsip etika investasi Norwegia dan dinamika geopolitik di Timur Tengah. Apakah langkah ini akan berujung pada divestasi besar-besaran? Dunia sedang menunggu.***

Editor : Syafira

Sumber : CNNIndonesia.com, Reuters.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel