
TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor di Cibinong, Jawa Barat, Kamis (31/7/2025)
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara mengatakan, rancangan yang telah dibahas Badan Anggaran itu masih mengalami defisit lebih dari Rp 500 miliar. Dia berharap pembahasan pekan depan dapat menyelesaikan persoalan tersebut.
“Sampai hari ini masih ada defisit lebih dari Rp 500 miliar atau setengah triliun. Tentu mudah-mudahan pembahasan minggu depan bisa terselesaikan,” ujar Sastra di Cibinong, Jumat (1/8/2025).
Untuk mengatasi defisit, Badan Anggaran akan membahas skala prioritas dari usulan pemerintah daerah yang harus segera diselesaikan.
“Nanti kita lihat mana skala prioritas Pemkab Bogor, yang segera kita setujui bersama,” katanya.
Menurut Sastra, sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur menjadi fokus utama APBD Perubahan 2025. DPRD akan merinci dan membahas bersama pemerintah daerah agar anggaran benar-benar kembali kepada masyarakat.
Selain menentukan skala prioritas program pembangunan, DPRD Kabupaten Bogor juga mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai fokus utama untuk mengurangi defisit anggaran.
Wakil Bupati Bogor menyampaikan dalam rapat paripurna bahwa defisit RAPBD Perubahan 2025 mencapai Rp 774,607 miliar. Angka ini muncul di tengah kebijakan efisiensi yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto.
Rapat paripurna tersebut memiliki dua agenda, penyampaian nota keuangan terkait Rancangan Perda Perubahan APBD Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2025 dan penetapan persetujuan bersama DPRD Kabupaten Bogor dengan Bupati Bogor terhadap Rancangan Perda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2024.




































