Bukan Hanya Lucu, Penguin Juga Punya Peran Serius untuk Iklim

penguin
ilustrasi penguin yang sedang merangkul penguin lainya (foto: istock)

TIMETODAY.ID — Siapa sangka, kotoran penguin atau guano ternyata memegang peran penting dalam menjaga suhu Bumi tetap sejuk? Temuan mengejutkan dari para ilmuwan atmosfer menunjukkan bahwa guano dari jutaan penguin di Antartika bisa membantu membentuk awan yang mendinginkan iklim global.

Penjelasannya sederhana tapi ajaib: partikel amonia yang dilepaskan dari guano bercampur dengan partikel sulfur dari alga laut, membentuk partikel kecil yang menjadi inti dari tetesan uap air.

Inilah yang kemudian memunculkan awan laut rendah—jenis awan yang memantulkan sinar Matahari kembali ke luar angkasa dan mendinginkan permukaan laut di bawahnya.

Awan-awan ini, terutama yang menyelimuti Samudra Selatan, selama ini menjadi “kartu liar” dalam sistem iklim dunia karena masih sulit diprediksi bagaimana responsnya terhadap pemanasan global.

“Saya selalu takjub melihat betapa dalamnya pengaruh satu perubahan kecil terhadap hal lainnya,” ujar Matthew Boyer, ilmuwan dari University of Helsinki. Ia menyebut ini sebagai bentuk sinergi antara lautan, kehidupan mikro, dan kotoran burung.

Penguin: Satwa Kutub yang Rentan Tapi Tangguh

Penguin telah bertahan hidup di Antartika sejak jutaan tahun lalu, melewati zaman es dan berbagai perubahan iklim. Namun kini, tantangan mereka datang dari manusia: pemanasan global yang terlalu cepat.

Beberapa spesies seperti penguin Adélie mungkin bisa memanfaatkan area baru yang mencair untuk berkembang biak. Tapi yang lain, seperti penguin kaisar yang menggantungkan hidup pada es laut, menghadapi risiko besar.

Meski begitu, para ilmuwan seperti Rose Foster-Dyer dari Universitas Canterbury masih menyimpan harapan.

“Mereka sudah melewati banyak perubahan ekstrem sebelumnya. Mungkin mereka lebih tangguh dari yang kita kira,” ujarnya.

Guano: Lebih dari Sekadar Kotoran

Setiap koloni penguin bisa menghasilkan ratusan ton guano per tahun. Bahkan beberapa koloni baru ditemukan justru dari jejak kotorannya yang terlihat dari satelit! Guano bukan hanya pupuk alam bagi ekosistem laut, tapi juga bagian dari siklus pendinginan planet ini.

Sayangnya, perubahan iklim yang dipicu manusia juga mengancam stabilitas koloni-koloni ini. Ketersediaan makanan, kondisi es, hingga suhu ekstrem berpotensi mengganggu keseimbangan yang sudah berjalan ribuan tahun.

Refleksi: Belajar dari Tahi Penguin

Jika satu jenis kotoran dari satu spesies bisa memengaruhi sistem iklim global, bayangkan betapa rumit dan saling terhubungnya kehidupan di Bumi ini.

Setiap spesies, sekecil apa pun perannya, ternyata memiliki fungsi ekologis yang bisa berdampak besar pada planet secara keseluruhan.

Ini jadi pengingat bahwa menjaga keseimbangan alam bukan hanya tentang menyelamatkan satu hewan langka atau satu lapisan es, tapi tentang menjaga rantai kehidupan yang saling menyokong—dan itu termasuk kita, manusia.

Mari belajar lebih peka terhadap peran kecil dalam sistem besar. Kalau tahi penguin saja bisa menyelamatkan iklim, apalagi kontribusi sadar kita sebagai manusia?

sumber:detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Mendikdasmen Siap Bahas Putusan MK soal Pendidikan Gratis Pekan Depan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel