
TIMETODAY.ID, BOGOR – Di balik fungsinya sebagai penghubung dua wilayah, Jembatan Cibabi di RT 04/03 Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menyimpan kisah-kisah mistis yang masih jadi buah bibir warga hingga hari ini.
Jembatan yang membentang sepanjang hampir 50 meter itu telah berdiri sejak tahun 1992.
Menyambungkan Sukahati dengan Bojong Gede, struktur ini seolah terjebak dalam masa lalu, berkarat, gelap, dan sunyi ketika malam tiba. Bagi sebagian warga, Jembatan Cibabi bukan sekadar akses jalan. Ia juga dikenal sebagai tempat yang “berpenghuni”.
“Kalau horornya sih dari dulu udah banyak orang yang denger. Saya juga, dari masih bujang udah gak berani lewat situ kalau malam. Apalagi sendiri,” ungkap Nurjaya (51), Ketua RT setempat, saat ditemui Selasa (29/7/2025).
Menurutnya, meski tidak ada catatan kriminal berat di jembatan ini, aura mencekam tetap terasa. Beberapa kejadian kecil pernah terjadi di masa lalu, dari orang kehilangan kalung hingga motor yang tiba-tiba mogok tanpa sebab.
“Dulu waktu saya masih muda, ada tukang jamu yang lewat, katanya kalungnya tiba-tiba hilang. Bukan dirampas, tapi hilang saja begitu. Kalau kriminal besar sih nggak pernah, tapi ya itu… gelap, serem,” kisahnya.
Warga sekitar juga meyakini bahwa jembatan tersebut menjadi tempat yang dihindari makhluk halus saat malam tiba. Tak sedikit pengendara motor yang mengaku pernah mendengar suara langkah kaki di tengah malam, padahal tak ada siapa pun di sekitar.
“Kalau malam, katanya sering ada suara orang jalan… tapi pas dicek nggak ada siapa-siapa. Yang nyali gede saja yang masih berani lewat situ. Kebanyakan sekarang muter lewat Bojong Depok Baru (BDB), walau agak jauh tapi lebih terang,” jelas Nurjaya.
Kini, dengan hadirnya jembatan alternatif di kawasan BDB dan Gaperi Bambu Kuning, Jembatan Cibabi semakin sepi. Namun keheningan itulah yang justru makin menguatkan kesan mistisnya.
Meski demikian, warga berharap agar pemerintah tetap memperhatikan kondisi jembatan yang telah menjadi bagian sejarah lingkungan mereka itu.
“Kalau bisa sih ya dibenahi. Biar mobil bisa masuk juga. Dampaknya pasti bagus buat ekonomi warga, harga tanah juga bisa naik,” pungkas Nurjaya.
Editor: B. Supriyadi




































