Selai ‘Cokelat Dubai’ Picu Wabah Salmonella, Puluhan Negara Terdampak

Wabah Salmonella
ilustrasi coklat dubai,coklat yang di dalamnya berisikan kunava denga selai dari kacang pistachio (istock)
TIMETODAY.IDWabah Salmonella kembali bikin geger, kali ini datang dari sebuah produk selai pistachio-kakao kemasan yang tampilannya sekilas mirip batangan cokelat mewah khas Timur Tengah.
Tak tanggung-tanggung, produk ini bahkan menempelkan kata ‘Dubai’ pada labelnya, seolah ingin menarik minat para penikmat kudapan manis yang lagi tren.
Semua bermula pada 14 Juli 2025 lalu, ketika World Market — jaringan ritel yang menjual aneka makanan internasional bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) resmi mengumumkan penarikan satu batch Selai Krim Pistachio Kakao dengan Kadayif.
Produk buatan perusahaan Turki, Emek Gıda, ini ditarik karena dikhawatirkan terkontaminasi bakteri Salmonella.
“Selai kakao-pistachio yang terdampak dikemas dalam toples kaca bening berukuran 9,7 ons atau sekitar 274 gram dan memiliki nomor batch 250401 serta tanggal kedaluwarsa 1 April 2027,” tulis FDA dalam pernyataan resminya, dikutip dari People, Selasa (22/7/2025).
Yang bikin banyak orang gelisah, bahan baku olesan manis ini rupanya mirip dengan cokelat batangan viral — kulit cokelat susu dengan isian krim pistachio, tahini, dan knafeh alias pasta filo parut. Tak heran, selai ini laris manis di rak World Market dan sudah tersebar di lebih dari 30 negara.
Awalnya, belum ada laporan kasus sakit akibat selai ini. Namun hanya berselang dua hari, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat merilis kabar kurang sedap. Mereka menemukan wabah infeksi Salmonella di beberapa negara bagian yang dikaitkan dengan selai pistachio produksi Emek Gıda.
“Para pejabat kesehatan saat ini sedang menyelidiki wabah infeksi Salmonella di beberapa negara bagian yang terkait dengan krim pistachio,” sebut CDC dalam rilis resminya pada 16 Juli.
Hingga saat ini, CDC mencatat ada empat kasus terkonfirmasi, dengan satu orang harus dirawat di rumah sakit. Meski begitu, detail wilayah yang terdampak belum diungkap ke publik.
Kontaminasi Salmonella pertama kali terdeteksi oleh Departemen Pertanian Minnesota setelah mereka mengambil sampel produk sebagai bagian dari investigasi. Emek Gıda sendiri belum memberikan tanggapan resmi ketika dihubungi media People.
Sebagai langkah pencegahan, World Market pun mengimbau pelanggan untuk tidak mengonsumsi selai tersebut. Jika terlanjur membeli, pembeli disarankan mengembalikannya ke toko agar bisa mendapat pengembalian dana penuh, atau membuangnya jika tak sempat ke gerai.
CDC juga memperingatkan konsumen untuk menjauhi varian Krim Pistachio Emek lainnya dengan tanggal kedaluwarsa 19 Oktober 2026.
\“Saat ini, FDA sedang berusaha untuk menentukan apakah lot ini sedang didistribusikan atau apakah lot atau produk lain terdampak,” sambung CDC.
Masyarakat juga diimbau untuk membersihkan barang dan permukaan yang mungkin bersentuhan dengan selai tersebut.
Pasalnya, Salmonella bukan bakteri main-main — bisa memicu demam, diare berdarah, mual, muntah, hingga komplikasi serius pada kelompok rentan seperti anak kecil, lansia, atau orang dengan imunitas lemah.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Konflik Iran vs AS–Israel Meluas, Warga Dubai dan Doha Diminta Mengungsi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel