Jet Latih Jatuh Timpa Sekolah di Dhaka, 20 Orang Tewas Termasuk Pilot

jet latih
Sebuah jet latih Angkatan Udara Bangladesh terjun bebas menimpa sekolah di Dhaka, merenggut 20 nyawa. (Foto: AP)
TIMETODAY.ID — Langit siang di Dhaka, Bangladesh, tiba-tiba berubah kelam, Senin (21/7/2025). Sebuah pesawat jet latih milik Angkatan Udara Bangladesh jatuh menghujam Milestone School and College, sekolah dua lantai yang tengah ramai oleh suara belajar para siswa.
Korban jiwa pun tak terhindarkan. Hingga Selasa (22/7), jumlah korban tewas dilaporkan mencapai 20 orang, termasuk sang pilot, Mohammed Toukir Islam. Selain itu, 171 orang lainnya terluka sebagian besar adalah siswa yang sedang menuntut ilmu di sekolah yang terletak di kawasan Uttara, Dhaka.
Militer Bangladesh dan petugas pemadam kebakaran mengonfirmasi, sebagian besar korban menderita luka bakar dengan tingkat keparahan yang beragam. Ledakan pesawat tak hanya merobohkan bangunan, tetapi juga membakar harapan para orang tua yang anaknya tengah menimba ilmu di sana.
Petaka bermula saat pesawat tempur F-7 BGI buatan China itu lepas landas dari Pangkalan Udara AK Khandaker di lingkungan Kurmitola pada pukul 13.06 waktu setempat. Tak lama mengudara, kerusakan teknis mendadak menghantam pesawat.
“(Pesawat) mengalami kerusakan teknis,” ungkap seorang pejabat militer, dikutip dari Associated Press (AP), Selasa (22/7/2025).
Menurut percakapan dengan menara pengawas, pilot Mohammed Toukir Islam sempat berupaya mati-matian menyelamatkan pesawat dan mengarahkannya ke kawasan yang jarang penduduk. Namun apa daya, kerusakan di pesawat tak bisa dikompromikan.
“Sayangnya, pesawat menabrak gedung dua lantai (sekolah),” sambung pejabat tersebut.
Presiden Bangladesh, Muhammad Yunus, pun menyampaikan duka mendalam atas insiden yang memilukan ini. Ia menjanjikan penyelidikan menyeluruh agar tragedi serupa tak terulang.
Di tengah reruntuhan sekolah, ada kisah getir yang terucap lirih. Rafiqa Taha, seorang siswa Milestone School and College yang saat kejadian kebetulan tidak berada di lokasi, tak kuasa membendung rasa syoknya ketika melihat berita di layar kaca.
“Saya ketakutan menonton televisi. Ya Tuhan! Ini sekolah saya,” ucap remaja 16 tahun itu dengan suara bergetar.
Milestone School and College sendiri menampung sekitar 2.000 siswa dari jenjang taman kanak-kanak hingga SMA. Sekolah itu kini tak hanya menyimpan catatan pelajaran, tetapi juga catatan pilu tentang nyawa-nyawa muda yang berpulang di tengah bangku sekolah.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Kapal Nelayan Terbakar di Pelabuhan Muara Baru, Damkar Dikerahkan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel