Berburu Mahkota Ketujuh, Marquez Harus Sapu Bersih Empat Seri Beruntun

Marc Marquez
Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez (Ducati Corse)
TIMETODAY.IDMarc Marquez sedang melaju tanpa lawan di MotoGP 2025. Sampai 12 seri berjalan, pebalap Ducati itu sudah unggul 120 poin dari pesaing terdekat—yang tak lain adalah adiknya sendiri, Alex Marquez. Pertanyaan pun muncul: di mana Marquez bisa merayakan gelar juara dunia ketujuhnya di kelas utama?
Akhir pekan lalu, Marquez menambah pundi-pundi kemenangannya dengan menaklukkan MotoGP Ceko di Sirkuit Brno, Minggu (20/7). Sementara itu, sang adik justru apes. Alex gagal finis usai bersenggolan dengan Joan Mir di lap kedua. Hasil ini makin melebarkan jarak poin dua bersaudara tersebut.
Alex masih terpaku di 261 poin lantaran sehari sebelumnya juga gagal mencetak poin di sprint race. Di sisi lain, Marquez pulang dari Brno dengan tambahan 37 poin penuh—hasil kombinasi kemenangan di sprint dan balapan utama—yang membuatnya kini mengoleksi 381 poin.
Dengan 10 seri tersisa, masih ada 370 poin maksimal yang bisa diperebutkan. Berdasarkan perhitungan detikSport, peluang Marquez untuk mengunci titel paling cepat terbuka di MotoGP San Marino, 14 September mendatang. Tapi jalannya tidak semulus statistik di atas kertas.
Untuk mewujudkan skenario itu, Marquez harus menyapu bersih kemenangan sprint dan main race dalam empat seri berturut-turut: MotoGP Austria (17 Agustus), MotoGP Hungaria (24 Agustus), MotoGP Catalunya (7 September), dan MotoGP San Marino.
Namun, kemenangan saja belum cukup. Ia juga harus berharap Alex hanya mampu menambah maksimal 45 poin dalam periode yang sama. Jika skenario ini benar-benar terwujud, Marquez akan menutup San Marino dengan total 529 poin. Sementara itu, Alex akan tertahan di 306 poin.
Dengan gap sebesar itu, kans Alex mengejar sang kakak pun praktis mustahil. Sebab, meski Alex memenangi semua balapan sisa setelah San Marino, poin maksimalnya hanya 528. Sekalipun Marquez tak menambah satu poin pun, posisi di puncak klasemen tidak akan berubah.
Kedengarannya memang seperti mimpi indah. Namun, jika rencana itu terlalu muluk, masih ada skenario yang lebih realistis: Marquez mengunci gelar di Sirkuit Mandalika, Indonesia, pada 5 Oktober mendatang—enam seri dari sekarang.
Syaratnya tetap berat. Marquez harus konsisten meraih kemenangan ganda dari Austria hingga Mandalika, sementara Alex terus finis runner-up—sesuatu yang cukup sering terjadi musim ini.
Jika demikian, Marquez akan mengantongi 603 poin. Di sisi lain, Alex ‘hanya’ mengumpulkan 435 poin. Dengan empat balapan tersisa dan 148 poin maksimal di tangan, Alex tetap tidak akan mampu mengejar, meski sang kakak gagal finis di sisa musim.
MotoGP 2025 sendiri akan memasuki masa rehat sebelum kembali memanas di Austria pada 22-24 Agustus mendatang. Menarik ditunggu, mampukah Marc Marquez menjaga dominasinya hingga benar-benar mengunci mimpi menjadi juara dunia untuk ketujuh kalinya?

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Ducati Resmi Produksi Motorcross Pertama: Desmo450 MX Siap Tantang Lintasan Tanah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel