Menakar Rencana Garuda Tambah Armada: Realistis atau Terlalu Optimis?

armada
Ilustrasi pesawat garuda indonesia yang sedang terparkir di apron pesawat (foto : istock)

TIMETODAY.ID — Langkah PT Garuda Indonesia (Persero) menambah armada hingga 50 unit pesawat kembali menjadi sorotan.

Penambahan ini disebut-sebut sebagai bagian dari strategi memperkuat kapasitas penerbangan nasional. Namun, di balik kabar ini, tersimpan sejumlah catatan dari para ahli penerbangan.

Pengamat aviasi Alvin Lie menanggapi rencana tersebut dengan penuh kewaspadaan. Menurutnya, menyatakan kebutuhan akan armada baru adalah hal yang sangat umum dilakukan oleh maskapai penerbangan, terlebih jika mengacu pada kondisi Garuda saat ini yang hanya mengoperasikan sekitar 77 pesawat.

“50 pesawat tidak semuanya Boeing 777. Sebagian B737 & mungkin B787,” ujarnya kepada detikcom, Sabtu (19/7/2025).

Meski terlihat ambisius, Alvin menegaskan bahwa proses pengadaan ini belum masuk tahap pembelian. Saat ini, Garuda Indonesia masih berada pada fase awal, yakni Intention to Buy—pernyataan niat untuk membeli.

“Armada itu tidak akan datang sekaligus, tapi bertahap. Kemungkinan pesawat-pesawat tersebut hanya untuk Garuda group. Sistemnya juga bukan beli langsung,” jelasnya.

Alih-alih pembelian tunai, skema yang digunakan lebih ke arah penyewaan. Dalam industri penerbangan, hal ini sudah menjadi pola umum: kerja sama antara maskapai dan perusahaan leasing melalui kontrak sewa dengan batasan waktu dan jam terbang tertentu.

“Ini skema yang lazim dalam industri transportasi udara,” tambah Alvin.

Menurutnya, pesawat bagi maskapai bukan sekadar alat transportasi, tetapi merupakan alat produksi. Dengan menambah jumlah armada, Garuda berpotensi meningkatkan kapasitas produksi mereka. Namun, langkah tersebut harus selaras dengan arah bisnis jangka panjang.

“Strategi ini tentu harus didasarkan pada rencana pengembangan bisnis,” katanya.

Pertanyaannya, apakah penambahan armada ini mencerminkan optimisme terhadap pertumbuhan pasar penerbangan di Indonesia?

“Tidak. Ini murni kehendak pemerintah dan mungkin bagian dari rencana pengembangan bisnis GA. Terutama untuk rute internasional yang selama ini GA lemah,” pungkasnya.

Rencana Garuda untuk memperluas armada memang menggugah perhatian publik. Namun, seperti yang diungkap Alvin, perlu dicermati bahwa mimpi besar di langit tak akan terwujud tanpa pijakan bisnis yang kuat di bumi.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Perang Dagang Trump Hantam Boeing: Ancaman Tarif dan Tantangan Produksi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel