Korea Selatan Targetkan Bangun Pangkalan di Bulan pada 2045

Korea selatan
Ilustrasi bulan di luar angkasa (istockphoto)

TIMETODAY.ID — Impian menjelajahi luar angkasa kini bukan lagi monopoli negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Rusia, atau China.

Korea Selatan, lewat badan antariksa barunya KASA (Korea AeroSpace Administration), telah menetapkan langkah berani: membangun pangkalan permanen di Bulan pada tahun 2045.

Visi besar ini diumumkan secara terbuka dalam sebuah dengar pendapat publik yang digelar di Yayasan Riset Nasional Korea, kota Daejeon.

Advertisement

Dalam acara tersebut, KASA memperkenalkan peta jalan eksplorasi ruang angkasa jangka panjang, yang menggarisbawahi ambisi negara ini untuk menjadi salah satu kekuatan antariksa global dalam dua dekade mendatang.

Bukan Sekadar Mimpi: Ini Rencana Konkret

Peta jalan ini membagi eksplorasi ruang angkasa menjadi empat wilayah: orbit Bumi, Bulan, heliosfer, dan ruang angkasa dalam.

Di dalamnya, terdapat lima misi utama, termasuk eksplorasi orbit Bumi rendah dan kondisi gayaberat mikro, misi ke Bulan, serta riset ilmiah terkait Matahari dan wilayah luar angkasa.

Baca Juga :  Instagram Eror Hari Ini, Pengguna Panik Tak Bisa Login Lagi

Khusus untuk sektor eksplorasi Bulan, KASA menegaskan tujuannya:

“Di sektor eksplorasi Bulan, kami bertujuan mengembangkan teknologi pendaratan dan mobilitas independen, memanfaatkan sumber daya Bulan dan membangun infrastruktur untuk kegiatan ekonomi,” demikian pernyataan resmi KASA, dikutip dari Korea Times.

Target jangka menengahnya adalah pada tahun 2040, Korea Selatan ingin memiliki pendarat Bulan generasi terbaru untuk logistik, sebagai pondasi menuju pembangunan basis ekonomi Bulan lima tahun kemudian.

Langit Bukan Batas: Misi Surya dan Titik Lagrange

Tak berhenti di Bulan, KASA juga menatap jauh ke ruang antarplanet. Salah satu misi besar lainnya adalah memantau aktivitas surya sebagai langkah strategis untuk meningkatkan keamanan aktivitas luar angkasa.

Pada tahun 2035, Korea Selatan berencana meluncurkan satelit pengamatan Matahari ke titik Lagrange L4, sebuah lokasi stabil secara gravitasi antara Matahari dan Bumi, yang menjadi lokasi ideal untuk pemantauan jangka panjang.

Baca Juga :  Sturgeon Moon Muncul Sabtu Ini, Kenali Nama-Nama Unik Purnama Sepanjang Tahun

Era Baru Eksplorasi Luar Angkasa Asia Timur

Langkah ini menempatkan Korea Selatan dalam peta baru persaingan eksplorasi luar angkasa, bersanding dengan negara-negara seperti China, yang juga berencana membangun pembangkit listrik tenaga nuklir di Bulan, serta Jepang yang terus memperkuat kapabilitas teknologinya.

Bagi KASA, mimpi membangun pangkalan di Bulan pada 2045 bukanlah sekadar ambisi nasionalisme modern.

Ini adalah sinyal bahwa dunia tengah memasuki babak baru ekonomi ruang angkasa, di mana eksplorasi bukan lagi sekadar ilmiah, tapi juga berorientasi pada sumber daya dan pembangunan jangka panjang.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel