TIMETODAY.ID — Samsung disebut sedang menyiapkan kejutan baru di dunia wearable. Tidak lagi sekadar jam tangan pintar atau kacamata, raksasa teknologi asal Korea Selatan ini kini membidik pasar perhiasan cerdas berbekal teknologi kecerdasan buatan (AI).
Won Joon Choi, Chief Operating Officer divisi pengalaman mobile Samsung, mengungkapkan bahwa teknologi AI membuka peluang bagi hadirnya perangkat baru yang bisa membantu pengguna berkomunikasi dan menyelesaikan pekerjaan lebih cepat—tanpa perlu repot mengeluarkan ponsel dari saku.
“Kami percaya bahwa perangkat ini harus dapat dikenakan, sesuatu yang tidak perlu dibawa, (yang) tidak perlu dibawa,” kata Choi, dikutip dari CNN, (11/7/2025).
Perangkat masa depan itu, lanjutnya, bisa saja berbentuk aksesoris sehari-hari yang praktis digunakan. “Jadi, bisa jadi sesuatu yang dikenakan, seperti kacamata, anting-anting, jam tangan, cincin, dan terkadang kalung,” jelasnya.
Choi juga menegaskan bahwa Samsung masih menjajaki berbagai kemungkinan desain. “Apa yang kamu pakai? Kacamata, anting-anting… kalung, jam tangan, dan cincin, sesuatu seperti itu,” tuturnya. Meski begitu, belum tentu semua ide ini benar-benar akan diwujudkan menjadi produk jadi.
Gelombang Kompetisi Perangkat AI Semakin Sengit
Samsung bukan satu-satunya pemain di arena wearable berbasis AI. Sejumlah nama besar di industri teknologi juga sedang mengembangkan perangkat serupa. Meta, misalnya, sukses menjual dua juta unit kacamata pintar hasil kolaborasi dengan Ray-Ban sejak 2023.
Raksasa induk Facebook itu bahkan baru saja membeli saham minoritas EssilorLuxottica—perusahaan induk Ray-Ban—yang menegaskan keseriusannya di ranah wearable AI.
Tak hanya Meta, Google dan Snap juga tengah menggarap kacamata pintar generasi terbaru. Di sisi lain, OpenAI bersama mantan desainer Apple, Jony Ive, diketahui sedang menyiapkan perangkat AI misterius yang rencananya dirilis tahun depan.
Meski demikian, pengembangan perangkat AI wearable bukan tanpa rintangan. Beberapa startup mencoba menghadirkan perangkat yang sepenuhnya bisa menggantikan ponsel pintar, namun berujung kandas. Salah satunya adalah Humane AI Pin, besutan dua mantan karyawan Apple, yang harus angkat tangan karena harga jual tinggi dan performa yang mengecewakan. Pada akhirnya, perusahaan itu melepas sebagian asetnya ke HP pada Februari lalu.
Pendamping Smartphone, Bukan Pengganti
Alih-alih sepenuhnya menggantikan ponsel, pendekatan Samsung justru mengarah ke perangkat pendamping, mirip konsep jam tangan pintar mereka saat ini. Perangkat wearable tersebut akan dirancang melengkapi fungsi ponsel dengan cara yang lebih praktis dan personal.
Soal kacamata pintar, Choi memberi sedikit bocoran. “Kami sedang aktif mengembangkan kacamata, tetapi beberapa orang tidak ingin mengenakan kacamata karena mengubah penampilan mereka,” ungkapnya. Karena itu, Samsung membuka opsi wearable lain yang lebih fleksibel.
“Jadi, kami juga sedang menjajaki jenis perangkat lain,” tutup Choi.
Perhiasan pintar mungkin segera jadi tren baru di ranah teknologi—dan Samsung tampaknya tak mau tertinggal di barisan terdepan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel








































