Cara Aman Menyiapkan dan Menyimpan MPASI untuk Si Kecil

MPASI
ilustrasi MPASI (istock)
TIMETODAY.ID — Banyak orang tua memilih menyiapkan MPASI sendiri di rumah agar kandungan gizinya terjamin. Meski begitu, masih banyak yang bingung terkait durasi penyimpanan MPASI di dalam kulkas.
Berapa Lama MPASI Boleh Disimpan di Kulkas?
Berdasarkan Panduan Pemberian MPASI yang diterbitkan oleh UKK Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), beberapa jenis bahan pangan seperti daging, ikan, telur, susu, kedelai, pasta, nasi, dan sayuran memang rentan terkontaminasi bakteri jika tidak disimpan dengan benar. Karena itu, MPASI sebaiknya disimpan di lemari pendingin dengan suhu di bawah 5 derajat Celsius.
Meski panduan IDAI tidak secara spesifik menyebutkan batas waktu simpannya, informasi dari The Bump yang mengutip keterangan ahli dari American Academy of Pediatrics (AAP) memberi gambaran berikut:
  • Buah dan sayuran yang sudah dihaluskan dapat disimpan di kulkas hingga dua hari atau dibekukan dalam freezer selama satu bulan.
  • Puree sayuran dengan kandungan nitrat tinggi sebaiknya hanya disimpan di kulkas selama satu hari atau dibekukan hingga satu bulan.
  • Daging, ayam, ikan, dan telur yang sudah dihaluskan juga dapat bertahan di kulkas maksimal satu hari atau satu bulan jika dibekukan.
Cara Menyiapkan MPASI dengan Aman dan Bersih
Agar MPASI tetap higienis, IDAI memberikan beberapa panduan praktis:
  • Pastikan tangan dan peralatan makan selalu bersih sebelum menyiapkan atau menyajikan makanan.
  • Biasakan ibu dan bayi mencuci tangan sebelum makan, serta ibu selalu mencuci tangan dengan sabun setiap kali selesai ke toilet atau membersihkan kotoran bayi.
  • Gunakan wadah yang bersih dan tertutup untuk menyimpan MPASI.
  • Pisahkan talenan untuk memotong bahan mentah dan bahan matang agar bakteri tidak menyebar.
Tips Menghadapi Anak yang Sulit Makan
Saat diperkenalkan MPASI, anak bisa saja menolak makanan baru. Ini wajar terjadi, sehingga orang tua tidak perlu cemas. Berikut beberapa tips yang bisa dicoba:
  • Sediakan makanan rumah yang bergizi untuk menu utama maupun camilan.
  • Kenalkan jenis makanan baru. Jika ditolak, coba tawarkan kembali hingga 10-15 kali sampai anak terbiasa.
  • Sajikan makanan baru bersama menu favorit anak agar lebih mudah diterima.
  • Hindari berasumsi anak tidak akan menyukai makanan tertentu tanpa mencobanya terlebih dahulu.
  • Berikan finger food sehat agar anak bisa belajar makan sendiri.
  • Jangan pernah memaksa anak makan, karena hal ini bisa memengaruhi kemampuan anak mengenali rasa lapar dan kenyang.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Musim Flu Datang? Perkuat Pertahanan Tubuh dengan Asupan Bergizi Ini

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel