Tragedi Roman Starovoit: Dipecat Putin, Ditemukan Tewas Hanya Beberapa Jam Kemudian

Roman Starovoit
Mantan Menteri Transportasi Rusia, Roman Starovoyt, bersama Vladimir Putin. (X)
TIMETODAY.ID Roman Starovoit, mantan Menteri Transportasi Rusia, mengakhiri hidupnya hanya beberapa jam setelah Presiden Vladimir Putin memecatnya dari jabatan yang baru diemban setahun terakhir. Senin (7/7) lalu menjadi hari terakhir Starovoit mengenakan jabatannya — sekaligus menjadi akhir tragis dari karier politik yang dulu pernah gemilang.
Pagi hari itu, Kremlin merilis keputusan resmi yang menetapkan Andrey Nikitin, wakil Starovoit, sebagai penjabat menteri baru. Namun di balik pergantian yang terkesan mendadak ini, tanda tanya langsung bermunculan.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, memang buru-buru menepis anggapan bahwa Starovoit dipecat karena kehilangan kepercayaan dari Putin. “Bukan karena kurangnya kepercayaan,” kata Peskov, meski ia menolak membeberkan alasan pasti di balik pemecatan tersebut.
Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak
Mengutip laporan CNNIndonesia.com, Komite Investigasi Rusia mengonfirmasi Starovoit ditemukan tewas di Odintsovo, pinggiran Ibu Kota Moskow. Tubuhnya tergeletak di dalam mobil dengan luka tembak yang diduga kuat berasal dari senjata miliknya sendiri.
“Penyebab pasti kematiannya masih kami selidiki,” tulis Komite Investigasi dalam pernyataan resmi. Namun dugaan awal, Starovoit meninggal karena bunuh diri.
Tragedi ini menambah daftar panjang kisah kematian misterius para pejabat Rusia di tengah situasi politik dan keamanan yang semakin rapuh.
Terseret Skandal dan Bayang-Bayang Perang
Roman Starovoit bukanlah nama baru di lingkar kekuasaan Rusia. Sebelum diangkat menjadi Menteri Transportasi pada Mei 2024, ia adalah Gubernur Kursk — sebuah wilayah strategis di selatan Rusia yang berbatasan langsung dengan Ukraina.
Ironisnya, meski Starovoit sudah tak lagi menjabat ketika pasukan Ukraina melancarkan serangan lintas batas ke Kursk, publik tetap menudingnya gagal menjaga keamanan daerah tersebut. Sementara di saat yang sama, media lokal ramai memberitakan bahwa Starovoit tengah diselidiki atas dugaan penyelewengan dana negara yang seharusnya digunakan untuk membangun benteng pertahanan di Kursk.
Langit Rusia yang Masih Bergejolak
Pemecatan dan kematian Starovoit terjadi di tengah situasi transportasi udara Rusia yang belakangan makin tertekan. Badan Federal Rusia untuk Transportasi Udara mengungkapkan bahwa sepanjang akhir pekan hingga Senin, total 485 penerbangan dibatalkan, 88 dialihkan, dan 1.900 ditunda.
Alasan resminya? Badan tersebut hanya menyebut adanya “campur tangan eksternal” tanpa memberi detail lebih jauh. Namun Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa lebih dari 400 serangan jarak jauh Ukraina berhasil dicegat pada periode yang sama.
Kini, nama Starovoit pun resmi menjadi bagian dari bab gelap perpolitikan Rusia — yang kerap kali berakhir di balik pintu yang tak lagi sempat terbuka.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Drone Houthi Jebol Pertahanan Israel, Bandara Ramon Jadi Sasaran

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel