TIMETODAY.ID, BOGOR – Di tengah geliat urbanisasi dan ekspansi beton di Kabupaten Bogor, ada satu lahan hijau yang justru tumbuh menjadi oase pengetahuan. Namanya 5EyesFarm, sepetak tanah seluas 7.000 meter persegi di Kecamatan Dramaga yang menjelma menjadi laboratorium alam. Bukan hanya tempat bertani, tapi juga ruang belajar tentang bagaimana manusia bisa hidup berdampingan dengan alam.
Sejak berdiri pada 2016, 5EyesFarm menerapkan sistem pertanian terintegrasi dan permakultur, sebuah pendekatan menyeluruh yang tak sekadar memproduksi pangan, tapi juga merawat ekosistem, menyuburkan tanah, dan menekan limbah.
Di balik konsep itu berdiri sosok Danti Tarigan, seorang perempuan yang tumbuh di tengah keluarga petani sederhana. Meski sempat mengecap pendidikan Sastra Inggris dan bekerja di industri perhotelan di Bali, Danti memutuskan kembali ke akar.
“Kita bukan pembuat kebijakan atau aktivis besar. Tapi kita sadar kita bisa memilih cara hidup,” ujarnya saat ditemui di tengah rimbun kebun 5EyesFarm, Rabu (3/7/2025).
Di lahan itu, Danti bersama keluarganya membangun ekosistem pertanian yang nyaris mandiri. Mereka menanam aneka tanaman pangan dan herbal yang kemudian diolah menjadi produk lokal seperti sirup bunga, cuka, kombucha, selai, fruit wine, vanili kering, hingga cokelat alami. Semua dibuat tanpa tambahan bahan kimia.
Menariknya, produk-produk ini hanya dijual langsung di lokasi. Tidak ada etalase daring, tidak ada kemasan plastik.
“Kami memilih tidak menjual online karena tidak ingin menambah limbah plastik,” jelas Danti.
5EyesFarm juga memelihara berbagai hewan seperti kelinci, ayam, bebek, angsa, dan ikan. Peternakan ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian penting dalam rantai pertanian menyumbang pupuk alami dan mengolah limbah organik.
Namun yang menjadikan tempat ini lebih dari sekadar kebun adalah pendekatan mereka terhadap pengelolaan sampah rumah tangga.
Sampah organik diolah menjadi kompos dan pakan maggot, sementara sampah anorganik dimanfaatkan menjadi ecobrick, bahan bangunan yang ramah lingkungan.
“Produk utama kita sebenarnya adalah ilmu. Ilmu bertani, mengolah, dan bertahan hidup. Itu yang kita rawat agar tidak hilang,” tutur Danti.
Kesadaran akan krisis iklim dan kerinduan akan masa kecil yang akrab dengan tanah ladang membuat Danti meyakini bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil.
Bagi masyarakat yang ingin belajar langsung, 5EyesFarm membuka program kunjungan edukatif dan eco retreat, yang bisa diakses melalui akun Instagram @5eyes.nature.l.
Editor : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di atau via whatsapp timetoday wa channel





































