Trump Teken Perintah Eksekutif, Sanksi Suriah Resmi Dicabut

Donald Trump
Presiden Donald Trump. (Bloomberg)
TIMETODAY.ID — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat gebrakan di panggung politik global. Awal pekan ini, Trump menandatangani perintah eksekutif yang secara resmi mencabut sanksi-sanksi ekonomi AS terhadap Suriah—sebuah langkah bersejarah yang disebut sebagai upaya mendukung stabilitas di negara Timur Tengah yang porak-poranda akibat konflik berkepanjangan.
“Hari ini, Presiden Donald J. Trump menandatangani Perintah Eksekutif bersejarah yang mengakhiri program sanksi Suriah untuk mendukung negara tersebut menuju stabilitas dan perdamaian,” demikian bunyi pernyataan Gedung Putih, Senin (30/6).
Langkah ini sekaligus menjadi penegasan janji Trump pada pemerintah baru Suriah di bawah Presiden Ahmed Al Sharaa. Janji itu dilontarkan Trump dalam lawatannya ke Arab Saudi, Mei lalu. Saat itu, Al Sharaa berkomitmen memutus hubungan dengan Al Qaeda dan berjanji Suriah tidak akan menjadi ancaman bagi negara tetangganya, termasuk Israel.
Namun, meski sanksi dicabut, Gedung Putih menegaskan bahwa tidak semua pintu dibiarkan terbuka. Sanksi tetap diberlakukan bagi sejumlah pihak yang dianggap sebagai ancaman bagi keamanan regional dan HAM.
Perintah eksekutif tersebut, menurut Gedung Putih, tetap “mempertahankan sanksi terhadap eks Presiden Bashar Al Assad, antek-anteknya, pelanggar hak asasi manusia (HAM), pengedar narkoba, hingga orang-orang yang terlibat ISIS dan proksi Iran.”
Selain mencabut sanksi, perintah eksekutif juga membuka peluang bagi ekspor barang-barang ke Suriah dan melonggarkan pembatasan bantuan asing. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio ditugaskan untuk meninjau kebijakan ini lebih lanjut, termasuk mengevaluasi Undang-Undang Caesar—undang-undang yang sebelumnya menjerat rezim Assad dengan sanksi keras akibat dugaan pelanggaran HAM.
“Perintah tersebut [juga] mengarahkan Menteri Luar Negeri untuk menjajaki kemungkinan dalam memberikan keringanan sanksi di Perserikatan Bangsa-Bangsa guna mendukung stabilitas di Suriah,” lanjut pernyataan Gedung Putih.
Tak hanya itu, Rubio juga akan meninjau kembali status Hay’at Tahrir al-Sham (HTS) sebagai organisasi teroris dan status Presiden Al Sharaa sebagai teroris global.
Langkah Trump yang terkesan mendadak ini menuai beragam reaksi. Bagi Trump sendiri, keputusan ini adalah bukti komitmen politik luar negeri yang selama ini ia gaungkan.
“Ini adalah janji lain yang dibuat dan ditepati,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt, menegaskan sikap tegas pemerintahan Trump.
Kini, dunia menanti: akankah pembebasan sanksi benar-benar membuka jalan damai di Suriah? Atau justru memunculkan babak baru tarik-ulur geopolitik di kawasan yang tak pernah sepi dari ketegangan?
Sumber: cnnindonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Perang Dagang Memanas! AS Terapkan Tarif Baru Mulai 4 Maret

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel