Boleh Nggak Sih Makan Buah Sebelum Makan Besar? Ini Penjelasannya!

buah
ilustrasi Buah-buahan (istock)

TIMETODAY.ID Buah memang punya segudang manfaat untuk kesehatan. Di dalamnya terkandung vitamin, mineral, dan antioksidan yang berperan penting menjaga tubuh tetap bugar. Selain itu, kandungan serat dalam buah juga membantu sistem pencernaan bekerja lebih lancar, sehingga masalah seperti sembelit bisa dicegah.

Rutin makan buah juga mendukung daya tahan tubuh agar lebih kuat menghadapi penyakit, termasuk menurunkan risiko berbagai penyakit serius seperti jantung dan kanker. Tak hanya itu, kandungan air dalam buah juga mendukung keseimbangan cairan tubuh, sekaligus menjaga fungsi organ tetap optimal.

Nah, banyak orang bertanya-tanya: Sebenarnya aman nggak sih makan buah sebelum makan besar?

Kenapa Makan Buah Sebelum Makan Bisa Jadi Pilihan Baik

Sebenarnya, menurut para ahli, buah bisa dimakan kapan saja. Namun, menjadikan buah sebagai menu pembuka punya manfaat tersendiri. Buah yang kaya serat bisa membantu kamu merasa kenyang lebih lama karena memperlambat pencernaan makanan selanjutnya.

Selain itu, makan buah sebelum makanan berat juga membuat proses penyerapan nutrisinya lebih optimal. Buah mengandung gula alami yang memerlukan waktu lebih lama untuk diurai. Jadi, saat perut masih kosong, penyerapan nutrisinya jadi lebih cepat dibanding kalau dimakan setelah perut terisi penuh.

“Sistem pencernaan manusia sudah diciptakan sedemikian rupa sehingga kita bisa makan buah kapan saja, baik sebelum atau sesudah makan,” ujar dr. Samuel Oetoro, SpGK, spesialis gizi klinik, mengutip dari detik.com.

Tips Makan Buah Sebelum Makan Agar Lambung Tetap Nyaman

Meski aman, beberapa orang dengan lambung sensitif sering ragu makan buah dalam kondisi perut kosong. Kalau kamu termasuk yang khawatir, coba ikuti tips berikut:

1️. Pilih Jenis Buah yang Tepat
Hindari buah dengan rasa terlalu asam seperti jeruk nipis, lemon, atau nanas jika lambungmu mudah perih. Sebagai gantinya, pilih pisang, pepaya, semangka, melon, atau apel. Buah-buahan ini lebih ‘ramah’ di lambung.
Pisang, misalnya, kaya kalium, serat, vitamin C, dan antioksidan yang bermanfaat untuk pencernaan dan membantu mengurangi risiko asam lambung naik.

2️. Pastikan Buah Sudah Matang
Buah matang lebih mudah dicerna karena enzim alaminya bekerja optimal. Contohnya pepaya yang mengandung papain, enzim yang membantu memecah protein. Papain dalam pepaya matang bisa membuat kerja lambung lebih ringan, mengurangi kembung dan sembelit. Sebaliknya, pepaya muda justru bisa memicu iritasi karena kandungan lateksnya.

3️. Atur Porsinya dengan Bijak
Agar manfaatnya optimal, WHO merekomendasikan makan sayur dan buah minimal 400 gram per hari. Untuk buah, kamu bisa membagi dalam 2-3 porsi per hari (sekitar 80 gram per porsi). Kalau kamu sehat dan aktif, boleh juga menambah hingga 4-5 porsi per hari. Untuk lambung sensitif, tetap patuhi porsi standar agar tidak menimbulkan gangguan.

Kesimpulan

Intinya, makan buah sebelum makan berat aman dilakukan dan justru punya banyak manfaat. Yang penting, pilih jenis buah yang tepat, pastikan sudah matang, dan atur porsinya. Dengan cara ini, nutrisi dalam buah akan terserap optimal dan lambung pun tetap nyaman.

Sudah siap menambah porsi buah hari ini? Mulai sekarang, nggak perlu bingung lagi kapan waktu terbaik untuk makan buah.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Rahasia Eksosom, Perawatan Kecantikan dan Medis Masa Kini

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel