TIMETODAY.ID, BOGOR – Setiap pagi Zaskia Zahra melangkah keluar rumah dengan satu tujuan, sekolah. Jarak yang jauh tak pernah menyurutkan semangatnya untuk belajar. Kini, langkah-langkah kecil itu telah membawanya jauh hinnga ke gerbang salah satu kampus terbaik dunia, University of Toronto, Kanada.
Zaskia bukan berasal dari sekolah yang dianggap favorit. Usai lulus SMP, ia sempat mencoba mendaftar ke salah satu SMA negeri unggulan di Kota Bogor. Tapi karena jarak dan ketatnya persaingan, ia justru diterima di SMAN 1 Leuwiliang.
“Waktu itu mungkin banyak yang lihat ini bukan sekolah favorit, tapi ternyata ini jadi jalan berkah untuk Zaskia Zahra,” kata Kepala SMAN 1 Leuwiliang, Taopik, mengenang awal mula siswi berprestasi itu masuk ke sekolahnya.
Alih-alih merasa kecewa, Zaskia menjadikan SMAN 1 Leuwiliang sebagai batu loncatan. Ia tumbuh menjadi sosok yang tekun, disiplin, dan penuh semangat belajar. Di mata gurunya, Zaskia bukan sekadar pintar, tapi juga sopan dan beradab.
“Dia anak yang beradab, itu yang membuat kami makin bangga,” ujar Taopik.
“Lingkungan di sini justru membuat dia berkembang. Ia bisa jadi dirinya sendiri dan menunjukkan potensi terbaiknya,” tambahnya.
Salah satu kekuatan utama Zaskia adalah kemampuannya dalam berbahasa Inggris. Ia belajar tidak hanya melalui kursus, tetapi juga secara otodidak di rumah. Dengan modal itu, ia mendaftar beasiswa Garuda dan bersaing dengan ribuan pelamar lain dari seluruh Indonesia.
“Dari situ kemampuan bahasanya makin kaya, hingga akhirnya lolos seleksi beasiswa,” kata Taopik.
Zaskia pun diterima di jurusan Electrical Engineering di University of Toronto. Bagi SMAN 1 Leuwiliang, ini bukan hanya pencapaian individu, tapi juga sejarah.
“Selama saya bertugas di sini, baru kali ini ada yang tembus ke Kanada,” ujar Taopik. Ia mengaku sebelumnya hanya satu siswa pernah menempuh pendidikan ke luar negeri, yakni ke Turki pada 2019.
Momen keberangkatan Zaskia pun menyisakan kenangan tersendiri. Ia datang ke sekolah untuk meminta surat keterangan dalam bahasa Inggris, salah satu dokumen syarat keberangkatan. Taopik menyanggupi dengan cepat, lalu menitipkan pesan penting.
“Saya bilang, jaga sikap, bawa nama baik, dan tetap rendah hati,” ujarnya.
Kini, nama Zaskia Zahra terukir sejajar dengan para alumni SMAN 1 Leuwiliang yang lolos ke kampus-kampus ternama seperti ITB, UI, Undip dan Unsoed. Namun yang membuat kisahnya istimewa adalah latar belakangnya: dari sebuah desa kecil, sekolah yang tak banyak dilirik, dan semangat yang tak pernah padam.
Taopik menyebut kisah Zaskia sebagai inspirasi nyata. “Ini bukti bahwa keterbatasan bukan halangan untuk meraih mimpi,” pungkasnya.
Editor : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































