Saat Liburan Berubah Mencekam: Bocah 5 Tahun Dipukul Botol Wine di Tengah Kota Singapura

Singapura
ilustrasi botol pecah (istock)
TIMETODAY.ID — Apa yang seharusnya menjadi momen menyenangkan di tengah liburan keluarga, justru berubah menjadi tragedi yang menoreh luka dalam. Di sebuah sudut populer kawasan Kampong Glam, Singapura, seorang anak laki-laki asal Indonesia berusia lima tahun mengalami pengalaman traumatis yang tak pernah dibayangkan kedua orang tuanya.
Hari itu, Jumat siang di Haji Lane, keluarga kecil asal Indonesia tengah menikmati suasana kota. Orang tua si bocah tengah membeli kopi dan bersiap menunaikan salat Jumat di masjid terdekat. Namun dalam hitungan detik, ketenangan berubah menjadi kekacauan.
Seorang pria tak dikenal tiba-tiba mendekat dan tanpa alasan yang jelas, memukul kepala sang anak menggunakan botol wine atau bir. Benturan keras di kepala sang bocah menyebabkan ia langsung muntah, pertanda trauma fisik yang cukup serius.
Pelaku? Ia justru tertawa puas setelah melancarkan aksi kejam tersebut.
Tak tinggal diam, orang tua korban sontak melawan dan terjadi perkelahian di tempat kejadian. Situasi sempat makin menegang ketika pelaku berusaha mengeluarkan pisau. Beruntung, aparat keamanan yang sigap berhasil melumpuhkan pria tersebut sebelum ada korban lain.
Staf sebuah kafe di sekitar lokasi pun turut membantu memberikan pertolongan pertama dan memanggil ambulans. Sekitar 15 menit kemudian, ambulans tiba dan segera membawa anak malang tersebut ke rumah sakit.
Di tengah kepanikan, sang ibu, Winda, masih tampak terpukul. Ia tak pernah menyangka liburan keluarga mereka akan diwarnai insiden berdarah.
“Saya yakin Singapura adalah negara yang aman, itulah mengapa sulit bagi kami untuk menerima apa yang terjadi,” ujar Winda, dalam wawancaranya dengan media lokal.
Pihak berwenang pun segera mengungkap identitas pelaku. Pria itu diketahui bernama Xu Chaoyu, warga negara China berusia 26 tahun. Dalam dokumen pengadilan, ia didakwa atas kepemilikan senjata tajam berupa pisau dapur sepanjang 30 sentimeter di ruang publik, serta diketahui merupakan overstayer alias melewati masa izin tinggal di Singapura.
Meski demikian, belum diketahui pasti hukuman apa yang akan dijatuhkan pada Xu. Namun satu hal yang jelas, tindakannya telah merusak citra rasa aman di negeri yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi paling tertib dan ramah wisatawan di dunia.
Kasus ini bukan sekadar insiden kriminal. Ini menjadi pengingat bahwa bahkan di tempat yang paling aman, potensi bahaya tetap bisa muncul kapan saja—dan siapa saja bisa menjadi korban.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Kerusuhan Nepal Tewaskan 72 Orang, Pemerintah Janjikan Kompensasi untuk Keluarga Korban

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel