Di Balik Rasa Pahitnya, Pare Tawarkan Segudang Manfaat Kesehatan

pare
ilustrasi pare (istock)
TIMETODAY.ID — Bentuknya memanjang, kulitnya hijau berbintik, rasanya pahit. Tapi siapa sangka, pare yang kerap kita temukan di meja makan ternyata menyimpan berbagai manfaat kesehatan. Buah dari keluarga labu-labuan ini tak hanya populer sebagai pelengkap siomay, tapi juga mulai naik daun dalam bentuk suplemen kesehatan.
Di balik rasa pahitnya, pare kaya akan serat, vitamin C, folat, hingga kalium. Kombinasi nutrisi ini menjadikan pare salah satu pilihan sayuran untuk melengkapi pola makan sehat.
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh jika kita rutin makan pare setiap hari? Berikut rangkuman manfaat yang dirangkum dari Very Well Health:
1. Menurunkan Kadar Gula Darah
Bagi penderita prediabetes, pare bisa jadi “teman” baru. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi rutin sekitar 2.000 miligram ekstrak pare per hari dapat membantu menurunkan kadar gula darah.
Meski hasil awal ini cukup menjanjikan, para ahli tetap mengingatkan bahwa studi lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan efektivitas dan keamanannya dalam jangka panjang.
2. Potensi Menurunkan Tekanan Darah
Beberapa orang menggunakan pare sebagai terapi tambahan untuk hipertensi. Namun, sejauh ini hasil riset belum sepenuhnya sepakat: ada yang menemukan manfaat, ada pula yang belum melihat efek signifikan. Maka, untuk menjadikannya bagian dari pengelolaan tekanan darah, masih dibutuhkan penelitian lebih besar.
3. Efek Antikanker yang Perlu Dikaji Lebih Lanjut
Pare ternyata mengandung senyawa bioaktif seperti triterpenoid, flavonoid, dan asam fenolik—semuanya dikenal punya potensi antikanker di uji laboratorium dan studi hewan.
Namun, hingga saat ini, manfaat pare sebagai pencegah kanker pada manusia belum bisa dipastikan. Uji klinis lebih besar tetap diperlukan.
4. Membantu Menurunkan Berat Badan
Serat tinggi dalam pare membantu memperlambat proses pencernaan dan menciptakan rasa kenyang lebih lama. Hasilnya, asupan kalori pun bisa ditekan.
Di sisi lain, sejumlah studi pada hewan juga mengamati bahwa ekstrak pare dapat menghambat pembentukan lemak. Namun, seperti banyak manfaat lain, efektivitas pada manusia tetap menunggu bukti lebih kuat.
5. Potensi Menurunkan Kolesterol
Beberapa uji laboratorium pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak pare mampu menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida yang tinggi akibat diet berlemak.
Jika efek ini bisa direplikasi dalam studi pada manusia, pare berpotensi mendukung kesehatan jantung secara alami.
6. Kemungkinan Mengurangi Risiko Anemia
Menariknya, penelitian awal pada hewan memperlihatkan bahwa pare mungkin memiliki sifat anti-anemia. Namun, belum ada cukup bukti untuk merekomendasikan pare sebagai terapi anemia bagi manusia.
Konsumsi Bijak Tetap Kunci
Meski menyimpan beragam potensi kesehatan, konsumsi pare tetap perlu dilakukan secara bijak. Mengingat beberapa manfaatnya masih berada di tahap awal riset, ada baiknya berkonsultasi dulu dengan tenaga medis jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang mengonsumsi obat-obatan.
Pare memang pahit, tapi dengan pengolahan yang tepat, manfaat sehatnya bisa tetap dinikmati setiap hari.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Bagaimana ABA Therapy Membantu Anak Autisme Mengembangkan Kemandirian

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel