5 Bos Industri Energi Paling Kaya 2025, Siapa Jawaranya?

energi
ilustrasi Batu Bara (istock/ArturNyk)
TIMETODAY.ID — Sektor energi sejak dulu dikenal sebagai ladang emas bagi para pelakunya. Tak heran, deretan nama-nama besar dalam industri ini selalu menghiasi daftar orang terkaya di dunia. Di tengah naiknya harga minyak mentah dan batu bara global belakangan ini, pundi-pundi kekayaan para taipan energi kian menggelembung. Harga saham emiten energi pun ikut melesat, menjadikan sektor ini sebagai salah satu dengan performa terbaik di pasar modal.
Mengacu pada data Forbes Real Time Billionaire per Rabu (18/6/2025), berikut sosok-sosok yang kini menduduki puncak piramida kekayaan di sektor energi.
Low Tuck Kwong: Raja Batu Bara dari Indonesia
Nama Low Tuck Kwong mencuat sebagai orang terkaya di Indonesia dan menempati urutan ke-72 terkaya di dunia. Bos besar PT Bayan Resources Tbk (BYAN) ini mencatatkan harta fantastis senilai US$27,2 miliar.
Kekayaan Low tak datang begitu saja. Kinerja BYAN yang terus mentereng, ditopang harga batu bara dunia yang melambung, menjadi mesin utama penghasil kekayaannya. Tercatat kapitalisasi pasar BYAN sempat menyentuh angka Rp786,6 triliun, naik lebih dari 21% hanya dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Low Tuck Kwong memang layak disebut sebagai penguasa “durian runtuh” dari lonjakan harga batu bara.
Leonid Mikhelson: Penguasa Gas Rusia
Di posisi selanjutnya ada Leonid Mikhelson, pendiri sekaligus ketua produsen gas alam Novatek. Mikhelson memiliki kekayaan sekitar US$28,4 miliar. Kiprahnya tak hanya di sektor gas; ia juga menguasai sebagian besar saham di raksasa petrokimia Sibur.
Perjalanan bisnisnya penuh manuver strategis, salah satunya saat membeli 17% saham Sibur dari mantan menantu Presiden Putin, Kirill Shamalov, pada 2017. Meski kini terkena sanksi dari Inggris dan AS, Mikhelson tetap mempertahankan dominasinya di industri energi Rusia dengan mewariskan sebagian asetnya kepada sang putri, Victoria.
Vagit Alekperov: Dari Rig Minyak Menuju Tahta Energi
Siapa sangka seorang mantan pekerja rig minyak di Laut Kaspia bisa menjelma jadi taipan? Itulah kisah Vagit Alekperov. Kekayaan pendiri Lukoil ini kini mencapai US$28,7 miliar.
Di awal 1990-an, Alekperov mengambil alih tiga ladang minyak besar milik kementerian Uni Soviet dan membangun Lukoil, yang berkembang menjadi perusahaan minyak independen terbesar Rusia. Meskipun ia mundur dari jabatannya pada 2022 pasca sanksi Inggris, jejak sukses Alekperov di industri energi tetap tak terbantahkan.
Harold Hamm: Visioner Minyak AS
Dari Amerika, nama Harold Hamm menjadi ikon di sektor minyak. Pendiri Continental Resources ini mengantongi kekayaan sekitar US$18,5 miliar.
Hamm dikenal sebagai pelopor penggunaan teknologi pengeboran horizontal dan rekahan hidrolik di wilayah Bakken, Dakota Utara, yang mengubah wajah industri minyak AS. Kini, Continental memproduksi minyak dan gas hingga 400.000 barel per hari, dan lebih dari 80% sahamnya masih dikuasai Hamm dan kelima anaknya.
Gennady Timchenko: Jaringan Bisnis yang Menggurita
Gennady Timchenko tak hanya dikenal sebagai sosok penting di balik perusahaan gas Novatek, tetapi juga pemegang saham besar di produsen petrokimia Sibur Holding. Dari berbagai lini bisnisnya, Timchenko mengoleksi kekayaan senilai US$23,2 miliar.
Sosok yang pernah memimpin perusahaan ekspor minyak milik negara ini kini menghadapi sanksi dari AS, Uni Eropa, dan Inggris. Meski demikian, gurita bisnisnya di sektor energi Rusia tetap mengokohkan namanya di jajaran elit dunia energi.
Para raja energi ini membuktikan bahwa sektor migas dan batu bara tetap menjadi arena besar untuk menumpuk kekayaan, meski dunia kini perlahan mulai beralih ke energi terbarukan. Seiring dinamika geopolitik dan fluktuasi harga komoditas global, perjalanan mereka masih terus menarik untuk diikuti.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Pemkab Bogor Distribusikan Pangan Murah Senilai Rp 34 Miliar

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel