Dari TOD hingga Aplikasi Kabisa, Ini Inovasi Bappedalitbang di Kabogorfest 2025

TIMETODAY.ID, BOGOR – Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor memanfaatkan Kabogorfest 2025 sebagai sarana untuk mengenalkan berbagai program strategis pembangunan kepada masyarakat.

Dalam pameran yang berlangsung hingga 26 Juni 2025 tersebut, Bappedalitbang menampilkan informasi seputar arah pembangunan jangka pendek hingga jangka panjang. Program yang dipaparkan meliputi pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD), potensi pariwisata, dan inovasi teknologi.

“Kami ingin masyarakat tahu ke mana arah pembangunan Kabupaten Bogor,” ujar Staf Bappedalitbang Kabupaten Bogor, Desi WD, Jumat (13/6/2025).

Advertisement

Ia menjelaskan bahwa masyarakat dapat melihat langsung rencana pembangunan satu tahun, lima tahun, hingga dua puluh tahun mendatang. Tujuannya agar warga dapat memahami arah pembangunan dan turut serta dalam prosesnya.

Baca Juga :  Warga Puji GPM KaBogorFest 2025, Tertib, Nyaman, dan Harga Bersahabat

Beberapa program dan inovasi yang dipamerkan antara lain:

– Aplikasi Kabisa, platform integrasi satu data dan satu peta berbasis web.

– Virtual Reality (VR) destinasi wisata dan sejarah Kabupaten Bogor.

– Informasi terkait Geopark Halimun Salak yang tengah diajukan sebagai situs UNESCO.

– Program sosial Gotasmil (Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting dan Ibu Hamil).

– Hasil penelitian dan perencanaan strategis pembangunan daerah.

– Inovasi mahasiswa, seperti alat pengukur tubuh dan pembuat es.

Desi menambahkan, stand Bappedalitbang juga menyajikan informasi terkait kerja sama lintas sektor, termasuk dengan pihak swasta dan lembaga riset seperti LIPI, serta dukungan terhadap pengembangan Cibinong Science Center.

Baca Juga :  Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor Ajak Warga Cintai Pangan Lokal Lewat “BAGAS” di Kabogorfest 2025

Meski sempat terkendala jaringan internet yang memengaruhi penyajian virtual tour, pengunjung tetap antusias mengikuti pameran.

“Biasanya orang bertanya-tanya, misalnya Pakansari itu nanti akan jadi apa? Nah, di sini kami jawab lewat pameran ini dengan perencanaan berbasis data dan konsep yang matang,” jelas Desi.

Salah satu pengunjung, Gunawan (24) asal Cilebut, mengaku senang dapat melihat langsung arah pembangunan daerah.

“Bagus, dengan adanya stand Bappedalitbang kita sebagai masyarakat Kabupaten Bogor jadi tahu arah pembangunan ke depannya seperti apa, jadi punya gambaran,” katanya.

“Dan apalagi dengan adanya Geopark Halimun Salak jadi tahu jenis-jenis wisata apa saja yang ada di barat,” tambahnya.

Editor: B. Supriyadi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel