
TIMETODAY.ID — Di tengah ketegangan nasional yang terus meningkat, Wali Kota New York Eric Adams berdiri teguh. Ia menolak tawaran bantuan dari Garda Nasional untuk mengendalikan gelombang demonstrasi yang mengguncang kotanya. Bagi Adams, kepercayaan pada kemampuan polisi lokal adalah kunci.
“Saya punya lebih dari 30.000 petugas kepolisian yang terlatih baik. Mereka tahu bagaimana menangani kerumunan dan mengendalikan situasi,” kata Adams dengan tenang namun tegas, Rabu (11/6), seperti dikutip dari CNN.
Pernyataan Adams muncul setelah ribuan demonstran memenuhi jalan-jalan Manhattan pada Selasa (10/6), memprotes kebijakan Presiden Donald Trump, terutama operasi Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) yang memicu kemarahan publik.
Ketegangan di Malam Hari: Polisi dan Demonstran Bentrok
Meski aksi berjalan damai di siang hari, malam membawa cerita berbeda. Kerumunan berkumpul di dekat gedung ICE dan situasi memanas. Bentrokan tak terhindarkan.
Sebanyak 86 orang ditangkap oleh NYPD dalam aksi tersebut. Eric Adams menegaskan bahwa kota New York menjunjung tinggi kebebasan berekspresi, tetapi tidak akan mentolerir kekerasan atau gangguan terhadap ketertiban umum.
“Siapa pun yang menghalangi kendaraan darurat, duduk di tengah jalan, atau berbuat onar—itu tidak bisa diterima di kota ini,” tegas Adams.
Tegas Tapi Berimbang: Soal Hubungan dengan ICE
Adams juga menjawab pertanyaan soal hubungan pemerintah kota dengan aparat imigrasi federal. Menurutnya, meskipun ICE kerap menjadi sorotan karena operasi pengusiran imigran, lembaga itu tetap bagian dari struktur hukum federal.
“Kami akan bekerja sama dalam hal penegakan hukum pidana, bukan dalam urusan perdata,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa ICE adalah institusi penegak hukum seperti lembaga federal lainnya, dan peran mereka tetap dibutuhkan untuk melindungi warga kota dari kejahatan.
Konflik Nasional: Kontras dengan Los Angeles
Situasi di New York berbanding terbalik dengan kekacauan yang terjadi di Los Angeles. Di sana, operasi ICE memicu kerusuhan besar. Penjarahan mewarnai kota. Toko-toko ikonik seperti Apple, Adidas, dan Air Jordan jadi sasaran. Bahkan, satu orang dilaporkan tewas.
Presiden Trump kemudian mengerahkan ribuan anggota Garda Nasional dan Marinir untuk mengamankan kota. Tindakan ini memicu ketegangan baru antara pemerintah federal dan Gubernur California, Gavin Newsom.
Di Tengah Gejolak, New York Memilih Jalannya Sendiri
Eric Adams memilih jalan berbeda. Di tengah tekanan dan eskalasi situasi nasional, ia menunjukkan bahwa New York bisa berdiri di atas kakinya sendiri. Dengan kepercayaan penuh pada jajaran kepolisian kota, ia mengirim pesan jelas: New York adalah kota yang kuat, dan tidak mudah diintimidasi oleh kekacauan.
“Ini bukan tentang menolak bantuan. Ini tentang menunjukkan bahwa kami mampu mengendalikan kota kami sendiri,” tutup Adams.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel







































